Menu

Mode Gelap
Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

PENDIDIKAN

Kemenag sudah menyiapkan buku teks Pendidikan Agama Islam

badge-check


					Kemenag sudah menyiapkan buku teks Pendidikan Agama Islam Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Sistem Perbukuan di Indonesia mengalami perubahan. Regulasi mengarah pada sharing penyiapan buku. Khusus pada buku keagamaan, penyiapannya yang diamanahkan kepada Kementerian Agama, tidak lagi terpusat di Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk).

Regulasi ini juga tertuang rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perbukuan. RPP ini juga disusun sebagai turunan dari UU Sistem Perbukuan yang disahkan pada April 2017.

Direktorat Pendidikan Agama Islam mulai menggarap sebanyak 12 buku Pendidikan Agama Islam dari kelas I sampai dengan kelas XII. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin meminta, agar buku-buku yang sedang disusun tersebut diuji publik terlebih dahulu sebelum penggandaan buku yang masif.

“Kita akan adakan pertemuan untuk membentuk tim penilai yang terdiri dari para ahli untuk menguji keshahihan buku PAI,” ujarnya.

“Buku ini harus maksimal, bisa mentransformasi, bisa efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta karakter keberagamaan anak kita di sekolah,” ujarnya.

Buku yang disusun juga harus dapat dipahami oleh guru PAI sehingga mereka mampu menerjemahkan bahan ajar dan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. “Contoh sederhana, misalnya, tentang salat, tidak hanya ritualitas yang diawali dengan takbir dan diakhiri salam, juga bagaimana guru dapat menjelaskan makna takbir, tahmid, hingga salam dengan kehidupan sehari-hari siswa,” tuturnya.

Workshop penyusunan buku teks siswa dan pegangan guru PAI ini sudah merupakan pertemuan ke-5 bagi para tim penyusun. Tim ini terdiri dari 36 orang yang terbagi atas 24 kontributor (Guru PAI, Pengawas PAI, Kepala Sekolah) dan 12 Dosen sebagai penyelaras. Workshop ini diselenggarakan selama tiga hari, 16-18 November 2018.

Namun, Direktur Pendidikan Agama Islam, Rohmat Mulyana Sapdi, menambahkan bahwa Direktorat PAI memiliki peran strategis dalam pengelolaan buku teks PAI. “Ada sekitar 74% siswa pada sekolah umum yang belajar tentang PAI. Untuk itu penyusunan buku ini harus maksimal,” papar Rohmat.

Dan Rohmat juga mengimbau kepada Kepala Sub Direktorat PAI pada SMA/SMK untuk mengadakan pertemuan terbatas guna membahas pelaksanaan uji publik buku teks PAI ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

USNI Serahkan Teknologi Biodigester dan Latih UMKM Kepulauan Seribu

21 Januari 2026 - 02:24 WIB

USNI Serahkan Teknologi Biodigester dan Latih UMKM Kepulauan Seribu

Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa

15 Januari 2026 - 22:29 WIB

Pertemuan Prabowo dengan Para Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Tinggi

15 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer NASIONAL