Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

INDAG

Ekonomi digital dorong Indonesia jadi negara maju

badge-check


					Ekonomi digital dorong Indonesia jadi negara maju Perbesar

INAnews.co.id – Pergeseran atau shifting dalam geliat perekonomian dunia mendorong Pemerintah Indonesia menerapkan berbagai terobosan untuk melakukan lompatan agar kompetitif dengan negara-negara lain di dunia. 

“Untuk pertama kali dalam sejarah, Kominfo harus banyak ikut terlibat dalam merumuskan regulasi, memfasilitasi, mengakselerasi, memetakan isu, sampai menyusun strategi ekonomi. Semua itu karena ada unsur digital, ada unsur teknologi informasi dan komunikasi, dalam setiap model bisnis baru ekonomi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-61 Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/09/2018).

Menurut Rudiantara, optimasi teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan ekosistem ekonomi digital adalah kunci untuk mewujudkan ekonomi bangsa menuju jajaran lima besar ekonomi dunia.

“Pengalaman perusahaan rintisan atau startup yang menyandang predikat unicorn seperti Go-jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka menunjukkan TIK menjadi roket pendorong utama sebuah lompatan katak (leap frog) dari titik nol, melewati banyak tahap sekaligus, untuk mencapai titik pencapaian yang lebih jauh daripada yang bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan konvensional lainnya,” jelasnya di hadapan 700 lebih sivitas akademik Universitas Padjadjaran.

Lompatan katak dalam pandangan Rudiantara harus dilakukan agar Indonesia bisa setara dengan negara-negara yang maju sektor ekonomi perdagangannya.

“Kita juga sempat ikut terbawa mengembangkan budaya dagang. Namun kini, pamor pusat belanja fisik cenderung menurun. Kita belum terlalu terperosok ke dalamnya untuk segera melakukan leap frog dengan berkonsentrasi mengembangkan e-commerce dan ekonomi digital, seperti telah dirintis oleh para unicorn kita,” papar Menkominfo.

Namun, menurut Rudiantara tidak semudah membalik telapak tangan untuk mencapai semua itu.  “Tahun lalu di panggung ini, pada Dies Natalis Universitas Padjadjaran yang ke-60, Presiden Jokowi menyampaikan concern tentang sumber daya manusia yang berketerampilan digital. Penekanan Beliau saat itu adalah: kita harus antisipasi menghadapi perubahan digital yang begitu cepat,” katanya.

Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengajak sivitas akademik untuk berani berubah. “Kenapa tidak kita berani mengubah fakultas ekonomi jadi misalnya fakultas atau jurusan manajemen logistik, manajemen retail, toko online atau online store? Dunia sudah berubah. Ini yang harus kita antisipasi. Kalau tidak, mustahil kita bisa memenangi kompetisi dengan negara-negara lain,” kata Rudiantara yang juga menjadi Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Padjadjaran.

Dalam kesempatan itu, Rudiantara mengucapkan selamat kepada seluruh sivitas Universitas Padjadjaran. “Perkenankan saya menyampaikan selamat memperingati dies natalis yang ke-61. Seraya mensyukuri apa yang telah dicapai oleh institusi yang besar ini,” katanya menutup orasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI