Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Trisakti Kecewa Sikap Prabowo soal Koruptor Novel Baswedan: Korupsi adalah Pengkhianatan Negara Empat Dokter Muda Meninggal: Evaluasi Menyeluruh Sistem Internship Sertifikasi Aktivis HAM Ibarat “Pilah-Pilih” Indeks Pers Indonesia 129 dari 180 Negara Ekosistem Media Sekarat

NASIONAL

Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan Asap Hitam

badge-check


					Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan Asap Hitam Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih terus mengeluarkan asap hitam dengan intensitas tebal di atas puncaknya sepanjang pengamatan pada Senin (24/12) hingga Selasa (25/12) dini hari.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meneruskan laporan Windi Cahya Untung, staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dalam periode pengamatan 24 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 25 Desember pukul 00.00 WIB, Gunung Anak Kratau terlihat jelas hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 300-600 meter di atas puncak kawah. Awan panas terlihat bergerak ke arah selatan. Dan suara dentuman terdengar di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (PGA).

Aktivitas kegempaan pada Gunung Anak Krakatau mengalami tremor menerus, amplitudo 9-35 mm (dominan 25 mm). Data tersebut diambil dari Stasiun Sertung wilayah gugusan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian saat ini 338 meter dari permukaan laut (mdpl) itu selama pengamatan kondisi cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Suhu udara 24-31 derajat Celsius, kelembapan udara 63-98 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Pada kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Dan sebelumnya, BMKG memastikan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps menyebabkan tsunami Selat Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kekerasan terhadap Jurnalis Melonjak

4 Mei 2026 - 11:48 WIB

RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok

3 Mei 2026 - 21:56 WIB

Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita

3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Populer EKONOMI