Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

SOSDIKBUD

Siap Buka Peluang Pendidikan Alternatif, LATIH Luncurkan Program Melalui Aktivitas Kreatif Bagi Anak-anak

badge-check


					Siap Buka Peluang Pendidikan Alternatif, LATIH Luncurkan Program Melalui Aktivitas Kreatif Bagi Anak-anak Perbesar

Jakarta, INAnews — Sebagai upaya untuk menghadirkan pengalaman pendidikan alternatif yang menyenangkan dan juga bermakna bagi tumbuh kembang anak-anak. LATIH baru saja merilis sebuah rangkaian produk dan program aktivasi di Jakarta

Sebagai informasi, LATIH merupakan start-up pendidikan alternatif yang berkomitmen untuk membawa pendidikan yang inovatif dan kreatif khususnya untuk anak-anak. 

Kehadiran LATIH berkomitmen untuk memperkenalkan metode pendidikan yang menarik, menjadi awal LATIH memulai perjalanannya dengan memproduksi buku-buku aktivitas yang menyediakan hiburan kreatif bagi anak-anak dan juga memberikan edukasi serta pemahaman tentang lingkungan sekitar. 

Kelana Rimba, salah satu tema buku LATIH untuk aktivasi bagi anak-anak

Beberapa judul buku yang telah diproduksi LATIH dengan fokus pada tema-tema menarik, seperti Kelana Rimba, Kelana Jakarta, dan Kelana Samudera

Setelah sukses dengan produksi buku yang edukatif, kini LATIH memperluas jejaringnya dengan sebuah program aktivasi yang bertempat di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Beberapa tempat yang sudah menjadi panggung untuk program yang digelar LATIH diantaranya adalah Hutan Universitas Indonesia, Museum Bank Indonesia, dan IKEA Mal Taman Anggrek. 

Program Kelana Rimba oleh LATIH dan CATARA di hutan Universitas Indonesia (2023)

Program aktivasi ini dibuat untuk memberikan sebuah pengalaman belajar yang berbeda dan memorable karena menggabungkan elemen kreatif, edukatif, dan juga eksploratif 

“Fokus LATIH saat ini adalah pada pengembangan kreativitas dan pemikiran kritis anak-anak melalui pengalaman langsung. Kami percaya bahwa metode pendidikan alternatif yang kami tawarkan ini dapat memberikan nilai tambah untuk perkembangan anak-anak,” ungkap Indah Nur Zahra selaku pendiri LATIH 

“Kami juga berharap dengan menghadirkan program-program di tempat yang strategis bisa mencapai lebih banyak anak-anak dan memberikan peluang kepada mereka untuk belajar dengan cara yang menyenangkan,” tambahnya 

Pada tahun 2023, LATIH telah berhasil mendapatkan pendanaan Inkubasi Bisnis dari Universitas Indonesia yang menjadi bentuk dorongan tambahan bagi perkembangan yang inovatif. 

LATIH juga tengah menggodok kemitraan dengan institusi pendidikan seperti sekolah-sekolah dan institusi pendidikan lainnya untuk mendukung pendekatan inovatif terhadap pembelajaran anak-anak, dengan dukungan dari Universitas Indonesia dan kolaborasi dengan berbagai pihak, LATIH akan terus mengembangkan produk dan program untuk meningkatkan pengalaman belajar bagi anak-anak.

“Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan sebuah program baru. Sebuah kerja sama bersama Universitas Indonesia dan beberapa Sekolah Dasar (SD) yang bernama KELANA RIMBA. Sebenarnya program ini sudah diujicobakan di akhir 2023 kemarin, dan ternyata mendapatkan animo serta antusiasme yang besar dari masyarakat. Maka diharapkan dari program ini pula anak-anak bisa lebih mencintai dan menjaga alam sekitarnya,” tutup Indah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu

23 Februari 2026 - 21:09 WIB

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

UBN Ajak Bangkitkan Aceh di Ramadan

17 Februari 2026 - 13:25 WIB

Populer SOSIAL