Menu

Mode Gelap
Didik Anak Soal Uang Sebelum Terlambat Zakat Bukan Hanya Ibadah, tapi Penyeimbang Ekonomi Waktu adalah Senjata Finansial Gaya Hidup Palsu Mengancam Kesehatan Finansial Budget Qurban: Nabung vs Sedekah Uangnya, Mana yang Lebih Afdal? Dugaan Pembatalan Sepihak Selter Sekda Baubau Dinilai Janggal, PMII Desak Penjelasan Resmi

EKONOMI

Penyebab Lemahnya Dunia Usaha Lokal: Maraknya Jualan Online

badge-check


					Foto: dok. idwebhost Perbesar

Foto: dok. idwebhost

INAnews.co.id, Jakarta– Penyebab lemahnya dunia usaha lokal adalah maraknya jualan online dengan menggunakan sosial media lewat aplikasi online yang dengan bebas menjual barang dengan harga yang terkadang tidak masuk akal karena saking murahnya. Hal itu disampaikan Mirah Sumirat, Presiden ASPIRASI Mirah Sumirat, Selasa (31/12/2024).

“Itu salah satu penyebabnya. Jika kita telusuri asal barang yang dijual via aplikasi online tersebut berasal langsung dari China,” katanya.

Maka kata dia, terjadilah kerusakan rantai distribusi di Indonesia, yang seharusnya distributor hanya melayani pelaku usaha Kecil dan menengah, yang ada di bawah langsung tetapi saat ini distributor langsung menjual barang dan jasa ke konsumen sehingga pelaku usaha kecil menangah menjadi sepi pembeli—mereka menutup usahanya.

Mirah meminta kepada Pemerintah untuk mengatur kembali dengan membuat peraturan yang mengatur jalur distribusi yang melindungi UMKM. Meminta Pemerintah membuat regulasi/peraturan yang melindungi usaha domestik/lokal, bukannya malah mengeluarkan regulasi yang justru mereduksi/menghilangkan usaha lokal.

“Dan yang paling penting lagi adalah Pemerintah seharusnya membuat regulasi yang bisa menciptakan lapangan kerja, bukan malah sebaliknya membuat yang sudah bekerja menjadi pengangguran akibat kebijakan tersebut,” tekannya.

“Maka Pemerintah harus mengeluarkan peraturan/regulasi untuk mengatur sistem penjualan online agar produk lokal kita terlindungi dari serbuan barang import yang dijual langsung via online,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Ekonomi RI Melambat, Proyeksi TW2-2026 Hanya 5,1 Persen

1 Mei 2026 - 15:28 WIB

Bank Banten Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Tren Kinerja Semakin Melesat

30 April 2026 - 19:02 WIB

Danantara: Lima Syarat Agar REZ Layak Investasi

29 April 2026 - 10:53 WIB

Populer EKONOMI