Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

DAERAH

Flores, Pesona Keindahan di Timur Indonesia yang Harus Dijaga

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Ketika matahari terbit di ufuk timur Flores, cahaya emasnya memantul pada permukaan laut yang jernih dan terumbu karang yang tersembunyi di bawahnya. Pulau ini bukan hanya peta yang terletak di antara Sumbawa dan Timor, tetapi sebuah kisah panjang tentang hubungan manusia dengan alam—kisah yang masih terus ditulis oleh masyarakat adat, satwa unik, dan generasi yang mencintai tanah kelahirannya.

Flores selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Gunung-gunung megah berdiri seolah menjaga pulau ini dengan gagah; hutan menghampar hijau, menjadi rumah bagi kekayaan hayati yang tak ternilai; dan lautan biru mengajak dunia untuk menyelaminya. Namun, kecantikan tak selalu abadi jika tidak dirawat. Hingga kini, pelestarian lingkungan menjadi perjuangan yang tidak pernah berhenti.

Jejak Keindahan yang Membentuk Identitas Flores

Nama Flores yang diberikan oleh bangsa Portugis berarti“bunga”. Sebuah metafora yang sangat tepat—pulau ini memang mekar dengan keunikan alamnya:

  • Taman Nasional Komodo
    Rumah terakhir kadal purba Komodo, spesies yang tidak ada di belahan bumi lain.
  • Danau Kelimutu di Ende
    Tiga danau dengan warna berbeda yang selalu berubah, seolah menyimpan misteri Sang Pencipta.
  • Pantai dan Laut Maumere
    Terumbu karang bak lukisan alam, menarik para penyelam dari seluruh dunia.
  • Hutan dan Savana Lembata serta Flores Timur
    Bentang alam yang menawarkan keanekaragaman hayati luarbiasa.

Keindahan ini membuat Flores dikenal sebagai mutiara di timurIndonesia—mutiara yang harus dijaga kilauannya.

Tantangan yang Mengancam Warisan Alam

Perkembangan pariwisata dalam dua dekade terakhir membuat banyak perubahan. Di satu sisi, ekonomi tumbuh; namun di sisi lain, muncul ancaman yang tak bisa diabaikan:

• Sampah plastik dari aktivitas wisata dan permukiman mencemari pesisir

• Terumbu karang rusak akibat kontak fisik dan penangkapan ikan merusak

• Penebangan liar dan kebakaran hutan mengganggu ekosistem satwa

• Alih fungsi lahan tanpa perencanaan matang

• Perubahan iklim mempengaruhi garis pantai dan biota laut

Jika tak ditangani, Flores bisa kehilangan daya tarik alaminya yang menjadi sumber kehidupan penduduk dan kebanggaan bangsa.

Peran Kearifan Lokal: Alam sebagai Bagian dariKehidupan

Masyarakat Flores memandang alam bukan sekadar sumberdaya ekonomi, tetapi bagian dari identitas budaya dan spiritual mereka.

Beberapa desa adat menerapkan Sasi, aturan adat untukmengatur pemanfaatan laut dan hutan. Ada waktu di mana lauttidak boleh dilautkan, ada bukit yang tidak boleh ditebang. Semua dilakukan demi memberi kesempatan alam untuk pulih.

Upacara adat yang menghormati tanah, gunung, dan laut bukan sekadar ritual, tetapi pesan moral tentang keseimbangan hidup: Alam memberi makan, maka manusia wajib menjaga. Tradisi ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan bukankonsep baru—telah hidup sejak nenek moyang Flores berabad-abad lalu.

Jalan Menuju Flores yang Lestari

Agar pesona Flores tetap mendunia di masa mendatang, langkah-langkah nyata harus terus dilakukan bersama:

  1. Pengelolaan pariwisata berkelanjutan

• Pembatasan kunjungan di daerah sensitif

• Pelatihan wisata ramah lingkungan

  1. Revolusi bebas sampah

• Pengurangan plastik sekali pakai

• Program daur ulang berbasis desa

  1. Rehabilitasi dan konservasi

• Reboisasi hutan dan sabana

• Restorasi terumbu karang dan mangrove

  1. Pendidikan lingkungan sejak dini

• Ekstrakurikuler alam di sekolah

• Kampanye kesadaran di komunitas

  1. Kolaborasi lintas pihak

Pemerintah, tokoh adat, pelaku wisata, dan wisatawan memilikitugas yang sama pentingnya.

Wisatawan Juga Punya Peran

Setiap orang yang datang ke Flores adalah tamu yang diberi kepercayaan untuk menjaga rumah orang lain. Tindakan sederhana bisa menyelamatkan lingkungan:

  • Tidak membuang sampah
  • Tidak merusak terumbu karang
  • Menggunakan jasa lokal yang peduli lingkungan
  • Menghormati budaya setempat

Langkah kecil, jika dilakukan jutaan orang, akan menjadi perubahan besar.

Melindungi Masa Depan Flores

Flores adalah cerita tentang keajaiban alam yang dikirim Tuhan kepada umat manusia. Sebuah surga yang tidak hanya untuk dinikmati, tetapi diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelestarian lingkungan bukan pilihan—melainkan kewajiban. Jika kita berdiri bersama, menjaga akar tradisi, dan menerapkan langkah ekologis yang cerdas, maka Flores akan tetap menjadi pulau penuh senyuman—tak hanya untuk hari ini, tetapi selamanya. Seputar Lingkungan bisa diakses: DLH Flores Timur.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung

13 Januari 2026 - 16:19 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Populer SOSIAL