Menu

Mode Gelap
Nadiem dan Pejabat Berprestasi Dikriminalisasi, Generasi Muda Bakal Takut Mengabdi Hakim Bisa Terancam, Disuap, atau Dijanjikan Promosi Paradoks: AI Bisa Makin Memperlebar Jurang si Kaya dan Miskin Non-Muslim Neighbors: Bolehkah Berbagi Daging Qurban ke Teman Non-Muslim? Pakar Kecerdasan: Data Kesehatan Indonesia tak Boleh Dijual ke Raksasa Teknologi Asia Tenggara Terancam Tertinggal: Krisis Energi Hambat Adopsi AI

PENDIDIKAN

Non-Muslim Neighbors: Bolehkah Berbagi Daging Qurban ke Teman Non-Muslim?

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia, sering kali muncul pertanyaan: bolehkah daging kurban diberikan kepada tetangga atau teman yang non-muslim?

Pertanyaan ini sangat relevan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama tanpa melanggar batasan syariat. Berdasarkan penelusuran fiqih, Islam sebagai agama rahmat bagi semesta alam ternyata memberikan kelonggaran yang indah dalam aspek kemanusiaan ini, terutama untuk kurban yang bersifat sunnah.

Mayoritas ulama membolehkan pemberian daging kurban kepada non-muslim sebagai bentuk kebaikan sosial (iḥsān) dan upaya untuk menjalin hubungan bertetangga yang harmonis. Hal ini sejalan dengan prinsip umum dalam Islam untuk tidak melarang berbuat baik kepada siapa saja yang tidak memusuhi agama.

Memberikan daging kurban kepada tetangga non-muslim dapat menjadi sarana dakwah bil hal; menunjukkan wajah Islam yang ramah, dermawan, dan peduli terhadap sesama manusia tanpa memandang perbedaan iman. Kurban adalah momen berbagi kebahagiaan, dan kebahagiaan itu tidak perlu disekat oleh dinding perbedaan agama.

Namun, perlu dicatat bahwa untuk kurban yang bersifat nazar (wajib), distribusinya harus diprioritaskan sepenuhnya untuk kaum fakir miskin muslim. Adapun untuk kurban biasa, memberikan bagian kepada tetangga non-muslim sangat dianjurkan jika hal itu dapat melunakkan hati dan memperkuat toleransi di lingkungan sekitar.

Islam mengajarkan kita untuk memuliakan tetangga, siapa pun mereka. Dengan berbagi daging kurban, kita sedang mengirimkan pesan perdamaian bahwa Islam adalah agama yang peduli pada kemanusiaan secara universal.

Sikap inklusif ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Islam sangat menjunjung tinggi etika bertetangga. Menghadirkan kegembiraan di meja makan mereka adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kohesi sosial kita. Mari kita perluas manfaat ibadah ini melampaui batas-batas primordial. Sebab, kebaikan yang tulus tidak akan pernah kehilangan maknanya di hadapan kemanusiaan. Kesalehan ritual haruslah berbuah menjadi kesalehan sosial yang menyejukkan bagi segenap makhluk hidup.*

===========

*KH Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 2: Intifā’ al-Muḍaḥḥi bi Uḍḥiyyatihi

Foto: dok. AQL

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas | Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan. WA: 0857 1873 5254, IG: @aql.qurbancare, www.qurbancare.org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

The Power of Sharing: Mengikat Persaudaraan Lewat “Hadiyyah” Daging Qurban

14 Mei 2026 - 06:34 WIB

Distribution Goals: Strategi Distribusi Daging Agar Tepat Sasaran dan Berkesan

12 Mei 2026 - 16:42 WIB

Animal Welfare dalam Islam: Bedah Kitab Al-Mufaṣṣal soal Kenyamanan Hewan Kurban

10 Mei 2026 - 17:32 WIB

Populer PENDIDIKAN