INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom senior Ferry Latuhihin memperingatkan bahwa Indonesia sedang berjalan menuju ledakan sosial, dengan daya tahan masyarakat yang diperkirakan hanya mampu bertahan dua bulan lagi di tengah tekanan ekonomi yang terus memburuk.
“Ini krisis sosial sudah di depan mata. Tinggal menunggu triggernya saja,” kata Ferry dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad, Kamis (14/5/2026).
Ferry memaparkan sejumlah indikator kerentanan sosial yang ia anggap mengkhawatirkan. Utang pinjaman online (pinjol) masyarakat telah menembus Rp110 triliun. Tabungan rata-rata kelas menengah menyusut dari Rp3 juta pada 2019 menjadi hanya Rp1,5 juta saat ini. Omzet pegadaian pun meningkat, yang ia baca sebagai tanda masyarakat mulai menggadaikan aset untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia mewaspadai Juli–Agustus sebagai titik kritis, ketika El Niño diperkirakan mulai berdampak pada produksi pangan, mendorong harga beras, tahu, tempe, gula, dan jagung semakin tinggi.
“Ketika masyarakat sudah hopeless, apapun akan mereka lakukan, termasuk turun ke jalan,” ujarnya, seraya mengingatkan skenario serupa yang terjadi pada krisis 1998.






