INAnews.co.id, Jakarta– Alih-alih menggurui, Dahlan Iskan justru meminta generasi muda untuk berhenti mengantre nasihat dari para tetua. Pesan ini ia sampaikan tegas dalam forum Indonesia Leader Talk bersama Mardani Ali Sera, Jumat (8/5/2026).
“Anak muda itu pada dasarnya tidak mau dinasihati, dan itu baik,” ujar Dahlan. “Yang diperlukan anak muda itu adalah diberi kesempatan.”
Menurut Dahlan, pengalaman paling berharga bagi anak muda bukan datang dari buku atau bangku kuliah, melainkan dari terjun langsung sebagai aktivis di tengah masyarakat. Yang paling mahal, katanya, adalah belajar bertengkar dan, yang lebih penting, belajar menyelesaikan pertengkaran.
“Bisa bertengkar saja tapi tidak bisa menyelesaikan, itu namanya preman,” katanya.
Mardani menambahkan bahwa generasi muda perlu membangun empat fondasi: akhlak, logika dan literasi, kepemimpinan, serta kemampuan berbisnis. Keduanya sepakat bahwa krisis justru menjadi medan tempa terbaik bagi pemimpin masa depan, sebagaimana kisah-kisah pemimpin besar yang lahir di tengah guncangan zaman.






