Menu

Mode Gelap
Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya Keuangan Syariah Indonesia Masih Jalan Sendiri Militer Kawal Pembabatan Hutan di Merauke demi PSN Modest Fashion Jadi Satu-satunya Andalan RI di SGIE 1.200 Warga Papua Mengungsi Sepanjang Januari–Juni 2026 ASPERINDO Serukan Pembatalan Tarif Baru Kargo Udara, Waspadai Lonjakan Biaya Distribusi Nasional

SOSDIKBUD

Asal Usul Ular Suci di Tanah Lot

badge-check

INAnews.co.id, Jakarta – Semua orang yang pernah mengunjungi pura Tanah Lot di Tabanan, Bali tentu tak akan asing dengan pemandangan pura di tengah lautan yang didirikan di atas batu karang besar itu.

Pura Tanah Lot terkenal dengan air sucinya. Di tengah pura di atas batu karang itu ada sumber mata air tawar yang muncul dari tengah-tengah lautan.

Air tawar ini dipercaya oleh umat Hindu sebagai air suci pembawa berkah.

Setiap harinya, para warga di sekitar Pura Tanah Lot selalu mengantar hasil bumi dan berdoa di pura serta meminum atau membasuh wajah dengan air suci tersebut.

Ular suci ini ada di Gua yang terletak di seberang pura dan dijaga oleh seorang warga asli sekitar Tanah Lot lengkap dengan sesajen serta dupa di atas liang tempat tinggalnya.

Selain memiliki sarang di dalam Gua, ular suci Tanah Lot juga banyak ditemui di sekitar pura dan di sekitar sumber mata air tawar di tengah batu karang Tanah Lot.

Bagi masyarakat Pulau Dewata, ular yang ada di Pura Luhur Tanah Lot ini sudah tidak asing lagi. Ular dengan warna belang hitam-putih atau poleng tersebut dipercayai sebagai ular suci yang menjaga Pura Luhur Tanah Lot dan biasa disebut Duwe.

Meskipun memiliki bisa mematikan, hingga saat ini Mangku Wati mengatakan jika tidak pernah ada orang yang digigit entah itu dari pawang ataupun wisatawan.

Karena memang ular suci tersebut tidak akan menggigit selama dirinya merasa aman dan nyaman. “Yang saya tahu dan saya dengar selama ini, hingga detik ini tidak pernah ada orang yang digigit oleh ular suci itu, meskipun katanya ular itu sangat berbisa. Siapa pun yang digigit akan menemui ajalnya dengan sekejap,” imbuhnya.

Konon dulu ular suci pernah bertarung dengan seekor musang. Musang tersebut kemudian digigit oleh ular suci dan dalam beberapa saat musang itu pun melepuh. Ditambahkan lagi, karena tidak pernah menggigit orang maka tidak ada seorang pun yang tahu apa obat penawar jika tergigit oleh ular suci tersebut.

Dan sekarang berkurangnya populasi ular suci di Pura Luhur Tanah Lot diyakini karena eksploitasi terhadap ular suci yang dimanfaatkan untuk bisnis, kesucian ular tersebut telah terkikis oleh kepentingan bisnis sehingga kini populasi ular berkurang. Hal ini tentu saja menjadi pro dan kontra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Deadline Fact

    ulernya bisa di makan gak min

    Reply
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

Pemuda Pancasila MPW DKI Jakarta Berikan Dukungan Bagi Penyintas Bencana Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran Melalui Bantuan Logistik.

8 Juni 2026 - 08:15 WIB

Gakeslab DKI Jakarta Berikan Dukungan Penuh Kegiatan “Gakeslab Peduli Baduy”

24 Mei 2026 - 10:13 WIB

KiN Space Sukses Digelar, Hadirkan Pengalaman Budaya Nusantara Interaktif untuk Anak dan Keluarga

20 Mei 2026 - 13:10 WIB

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo di KiN Space 2026
Populer BUDAYA