News Feed
light_mode
Trending Tags

BPP Kemendagri Gelar Rakornas Kelitbangan Secara Virtual

  • account_circle Adin
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (BPP Kemendagri), menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kelitbangan 2020, Rabu (13/5). Berbeda dari tahun sebelumnya yang selalu berlangsung tatap muka, pada Rakornas kali ini dilakukan secara virtual. Kondisi ini akibat merebaknya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-2019) yang melanda hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia.

Rakornas ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala BPP Kemendagri, Agus Fatoni.  Ia hadir didampingi Sekretaris Badan, Kepala Pusat Litbang, dan para peneliti. Selain itu, acara ini juga melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi kelitbangan.

“Hari ini dalam suasana Covid-19 dan perkembangan teknologi, kita bisa bersilaturahmi mengikuti Rakornas dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama,” ujar Fatoni mengawali sambutannya.

Fatoni menyebutkan, tujuan dari Rakornas ini, yakni sebagai wadah koordinasi pelaksanaan tugas-tugas kelitbangan. Pada kesempatan tersebut, lanjutnya, bakal membahas isu aktual terkait penyelenggaraan tugas kelitbangan, maupun pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintah daerah.

Dirinya menegaskan, dari sisi dasar hukum, pelaksanaan fungsi kelitbangan sudah cukup kuat. Hal ini ditandai dengan terbitnya sejumlah regulasi, baik berupa UU, Peraturan Pemerintah, maupun Peraturan Menteri Dalam Negeri. Dari sisi fungsi, lanjutnya, dapat terlihat dalam Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Dalam aturan itu, disebutkan penelitian dan pengembangan berperan dalam meningkatkan kualitas kebijakan dan program penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Hasil dari penelitian itu dijadikan rumusan dasar kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, penyusunan naskah akademis termasuk regulasi juga mendasarkan pada hasil penelitian dan pengembangan, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dasar hukum dan peluang yang ada ini, lanjutnya, dapat memaksimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi kelitbangan, baik di pemerintah pusat maupun daerah.

Meski begitu, Fatoni menyadari masih adanya sejumlah persoalan di bidang kelitbangan. Di antara persoalan itu, misalnya pemanfaatan hasil kelitbangan yang masih belum maksimal. Tidak jarang, kegiatan itu hanya menjadi rutinitas. Akibatnya, hasil kelitbangan saat ini belum mampu memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan dan regulasi.
Di sisi lain, dari segi birokrasi kelitbangan juga masih terkesan strukturalis, seperti jenjang birokrasi yang terlalu panjang. Kondisi ini menghambat kerja kelitbangan. Keterbatasan juga terjadi pada sumber daya manusia (SDM) yang seringkali belum menjadi prioritas program. Tak hanya itu, anggaran kelitbangan dinilai belum menjadi prioritas, sehingga jumlahnya terbatas.

“Kemudian keterbatasan sarana dan prasarana juga dialami kita semua di bidang kelitbangan,” tutur Fatoni.

Mengatasi persoalan itu, Fatoni mengatakan, perlu adanya kerja sama antara intansi kelitbangan dengan pihak lain. Hal itu seperti yang tengah dilakukan BPP Kemendagri dalam mengkaji jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada), dengan melibatkan lembaga think tank independen.
Dalam membenahi organisasi, juga bisa dilakukan dengan memperkuat aspek fungsional dari semula yang orientasinya masih struktural.

Terkait terbatasnya pendanaan, kata Fatoni, dapat diantisipasi dengan membangun kerja sama dengan pihak ketiga, atau memanfaatkan Corporate Social responsibility (CSR) yang ada. Ditambah lagi dengan membuat terobosan baru dalam upaya mengongkosi biaya kelitbangan.

Fatoni berharap, melalui pertemuan ini dapat menjadi langkah awal terbangunnya sinergi dan koordinasi antara BPP Kemendagri, Balitbang daerah, atau OPD yang mengurusi kelitbangan. Dengan begitu, keberadaan kelitbangan dapat semakin unggul dan menjalankan perannya dengan baik.
Persoalan tersebut diamini oleh para peserta yang tergabung dalam Rakornas Kelitbangan 2020.

Mereka berharap, sejumlah kendala yang disampaikan Plt. Kepala BPP Kemendagri lekas ditemukan solusinya. Secara garis besar, beberapa sandungan yang disoroti yakni perlunya optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi institusi litbang, peningkatan kapasitas litbang, serta peningkatan kualitas SDM terutama peneliti.
Di sisi lain, mereka juga mengapresiasi gelaran Rakornas Kelitbangan 2020 yang tetap dilakukan meski di tengah pandemi. Peserta berharap, kegiatan serupa dapat rutin dilakukan agar memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah khususnya di bidang kelitbangan. (MJA).

(SYAM)

  • Penulis: Adin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Sertijab Bupati Lebak : Bank Banten Siap Dukung Program Pemkab Lebak

    Sertijab Bupati Lebak : Bank Banten Siap Dukung Program Pemkab Lebak

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Pandeglang – Sebagai bentuk komitmen Bank Banten dengan Pemerintah Kabupaten Lebak. Jajaran pimpinan Bank Banten turut hadir dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Lebak di Kabupaten Lebak, pada Senin 3 Maret 2025.

  • Menko Ekonomi Airlangga Tengok Suzuki Grand Vitara di JAW 2023

    Menko Ekonomi Airlangga Tengok Suzuki Grand Vitara di JAW 2023

    • calendar_month Minggu, 12 Mar 2023
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 resmi dibuka pada, 10 Maret 2023.

  • Pengurus Sanggar Seni Sungkua Buso di Kecamatan Sampolawa Resmi Dilantik

    Pengurus Sanggar Seni Sungkua Buso di Kecamatan Sampolawa Resmi Dilantik

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Alan Mustajab
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Buton Selatan – Budaya dan adat istiadat peninggalan leluhur yang dikemas dalam kesenian merupakan entitas daerah yang patut dilestarikan. Sanggar Seni Sungkua Buso Sampolawa adalah satu dari sejuta cara dalam rangka pelestarian itu. Pengurus Sanggar Seni Sungkua Buso Sampolawa ini resmi dilantik Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani diwakili Asisten III Setda Buton Selatan, […]

  • Presiden Prabowo Tekankan TNI-Polri Jadi “Tentara Rakyat yang Dicintai”

    Presiden Prabowo Tekankan TNI-Polri Jadi “Tentara Rakyat yang Dicintai”

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto menekankan kepada TNI dan Polri untuk menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama menjadi “tentara rakyat dan polisi yang dicintai rakyat” dalam Rapim TNI-Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/2/2026). Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden memberikan apresiasi kepada TNI-Polri yang selama lebih dari satu tahun kepemimpinannya terus menjadi garda […]

  • Menteri PKP Tolak Utang World Bank: Berdiri di Kaki Sendiri

    Menteri PKP Tolak Utang World Bank: Berdiri di Kaki Sendiri

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkap keputusannya menolak tawaran pinjaman dari World Bank minimal 1 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun per tahun untuk program kementerian. Keputusan ini berbeda dengan pandangan wakilnya yang mendukung pinjaman luar negeri. “Kenapa menolak? Karena Presiden luar biasa—berdiri di kaki sendiri. Dia sudah siapkan dukungan dari KUR perumahan […]

  • Rupiah Hari Ini Menguat

    Rupiah Hari Ini Menguat

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan nilai tukar (kurs) rupiah berpotensi menguat pasca survei kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah survei kepercayaan konsumen AS yang turun dan lebih rendah dari perkiraan,” ujarnya, Rabu. Tercatat, indeks kepercayaan konsumen AS […]

expand_less