Bansos Beras Diperpanjang hingga Desember 2026
- account_circle Robi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Airlangga Hartarto dalam potongan video pernyataannya, mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar ( foto: istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Pemerintah memutuskan memperpanjang penyaluran bantuan sosial (bansos) beras kepada masyarakat hingga akhir tahun 2026, sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Niño. Kebijakan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden, Selasa (8/9/2026).
“Kedua, kita membahas kesiapan menghadapi El Niño, dan di antaranya program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini, termasuk bantuan beras yang sampai September totalnya 30 kg,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan, Presiden telah memberikan arahan agar penyaluran bantuan beras tersebut dilanjutkan untuk tiga bulan berikutnya, yakni Oktober, November, dan Desember 2026.
“Arahan Presiden adalah untuk melanjutkannya pada bulan-bulan berikutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga tidak menampik adanya potensi kontraksi ekonomi di wilayah-wilayah yang terdampak El Niño maupun bencana alam lain. Pemerintah, kata dia, masih memantau program-program mana saja yang terpengaruh di berbagai provinsi.
“Yang pasti akan ada kontraksi di daerah-daerah yang terdampak, dan kami masih memantau program-program mana yang terdampak di berbagai provinsi tersebut,” katanya menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan kontraksi.
Selain El Niño, pemerintah juga tengah memantau dampak erupsi lima gunung berapi di Indonesia yang secara signifikan mengganggu aktivitas publik, mulai dari sektor teknologi informasi (IT) hingga logistik dan penerbangan. Gangguan pada sektor penerbangan disebut turut berimbas pada arus kargo di sejumlah wilayah.
“Dan sekarang kami juga memantau dampak letusan lima gunung berapi di Indonesia, terutama terkait aktivitas publik yang sangat berkurang. Sektor IT sudah mengalami gangguan. Logistik, khususnya di sektor penerbangan, telah mengalami gangguan karena sektor penerbangan juga terkait dengan kargo,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan, pemerintah hingga kini belum dapat memastikan berapa lama gangguan tersebut akan berlangsung karena situasinya masih terus dipantau dan dievaluasi.
“Ini sudah terjadi, tetapi kami memantaunya karena kami masih menentukan berapa lama lagi harus tetap ditutup,” katanya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar