Tren Baju Tactical Bukan Lagi Sekedar Pakaian Fungsional
- account_circle Robi
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Podcast Chocky Sitohang sebagai Brand Ambassador Cartenz Tactical dan Raditya Dika (foto; dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Pakaian tactical yang selama ini identik dengan aktivitas fisik berat dan kebutuhan lapangan, kini mulai bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban modern.
Pergeseran ini menjadi salah satu topik pembahasan dalam podcast Raditya Dika yang menghadirkan presenter kondang Choky Sitohang sebagai bintang tamu, diunggah pada Selasa (1/9/2026).
Dalam perbincangan santai di hari libur tersebut, Choky yang juga menyandang status sebagai Brand Ambassador Cartenz Tactical, membagikan pandangannya mengenai bagaimana pakaian tactical kini bisa relevan tidak hanya untuk kegiatan lapangan, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, menghadiri meeting, traveling, hingga tampil di depan publik.
Tactical Bukan Lagi Sekadar Pakaian Lapangan
Meningkatnya mobilitas masyarakat modern membuat kebutuhan akan pakaian yang fungsional, nyaman, tahan lama (durable), namun tetap terlihat modern semakin relevan.
Cartenz Tactical, yang disebut sebagai brand tactical nomor satu di Indonesia, menangkap pergeseran ini melalui konsep yang mereka sebut Tactical Transformation Lifestyle, memadukan unsur function, comfort, durability, dan modern design dalam satu produk.
“Melalui Tactical Transformation Lifestyle, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap apparel tactical. Tactical bukan lagi hanya identik dengan aktivitas fisik yang berat, tetapi menjadi pilihan apparel yang mendukung mobilitas dan gaya hidup modern,” demikian pernyataan resmi dari pihak Cartenz Tactical.
Dalam podcast tersebut, Choky turut memperagakan langsung salah satu produk andalan Cartenz Tactical, yakni polo shirt berbahan khusus yang bisa melar dan fleksibel. Ia menjelaskan sejumlah keunggulan fungsional dari bahan tersebut kepada Raditya Dika.
“Bahannya tuh bisa dimelarin, fleksibel. Terus itu nyerap keringat. Jadi lu akan merasa lebih nyaman aktivitas seharian dan badan lu enggak akan bau,” ujar Choky sambil menunjukkan detail perforasi pada bagian kain polo shirt tersebut, yang menurutnya berfungsi untuk sirkulasi udara agar suhu tubuh tetap terjaga.
Ia juga menekankan sisi ketahanan produk yang membuatnya cocok dipakai dalam mobilitas tinggi.
“Ini gua giniin sih, kayak tahan lama ya. Bahasa gampangnya itu jatuhnya enak katanya gitu,” tambahnya.
Menariknya, Choky mengaku produk ini fleksibel untuk berbagai suasana, mulai dari kegiatan santai hingga acara formal.
“Gua di mobil tuh ada blazer. Jadi nanti kalau gua mesti ketemu orang-orang tertentu, polo shirt ini tinggal gua double aja dengan blazer. Jadi langsung muncul kesan seriusnya sedikit,” jelasnya kepada Raditya Dika, yang tampak antusias mencoba langsung produk tersebut di tengah obrolan.
Penampilan sebagai Bagian dari Profesionalisme
Choky Sitohang, yang telah malang melintang lebih dari 23 tahun di dunia public speaking, mengaitkan pilihan pakaiannya dengan citra profesional yang ingin ia tunjukkan kepada klien.
Ia mengutip teori komunikasi dari Albert Mehrabian, penulis buku The Silent Messages, yang menyebut bahwa sebagian besar persepsi orang terhadap seseorang dipengaruhi oleh unsur visual.
“Apa yang gua citrakan di depan orang, kalau menurut Albert Mehrabian, penulis buku The Silent Messages, 55 persen orang terpengaruh karena visual. Jadi mulai warna, gaya akan mencitrakan siapa gua di mata orang,” kata Choky.
Bagi Choky, tactical apparel dari Cartenz Tactical mewakili kepribadiannya yang taktis dan strategis, namun tetap kasual.
“Ini adalah pakaian yang bisa mewakili kepribadian gua yang taktis, strategis, tapi gaul juga,” ujarnya.
Raditya Dika yang sehari-hari lebih akrab dengan gaya berpakaian kasual seperti kaos dan hoodie pun mengaku terkesan dengan kenyamanan produk yang ia coba langsung dalam podcast tersebut. Ia bahkan menyebut dirinya mulai tertarik dengan gaya polo shirt tactical usai mencobanya.
“Gua kayaknya jadi suka pakai polo shirt nih. Gara-gara ini kan pas, ada sporty-nya, enggak terlalu formal juga,” ungkap Raditya Dika sembari memuji potongan dan warna produk yang dikenakannya.
Momentum bagi Kategori Tactical Lifestyle
Perbincangan antara Choky Sitohang dan Raditya Dika ini menjadi bagian dari momentum berkembangnya diskursus publik mengenai tactical lifestyle di Indonesia.
Kehadiran Cartenz Tactical, yang merupakan merek lokal asal Bandung, disebut turut mendorong perluasan persepsi masyarakat terhadap kategori pakaian ini, dari yang semula terbatas pada kebutuhan fungsional aparat dan kalangan tertentu, menjadi pilihan gaya hidup yang lebih inklusif.
Choky menjelaskan bahwa tim di balik Cartenz Tactical secara khusus merancang produk agar tidak lagi eksklusif untuk kalangan yang bertugas di lapangan atau pengamanan, melainkan juga bisa dikenakan dalam suasana formal maupun profesional.
“Teman-teman yang kreatif di Bandung, di pabrik itu, mereka sudah mikirin bahwa baju taktikal harusnya bukan hanya dipakai oleh perangkat-perangkat pejabat. Mereka yang fungsinya adalah mengendarai kendaraan atau pengamanan, tapi mereka juga bisa duduk bersama di meja formal dan ngomongin hal-hal strategis,” jelas Choky.
Selain membahas soal tren tactical apparel, podcast tersebut turut mengupas sisi lain dari perjalanan karier Choky Sitohang, mulai dari filosofi komunikasi yang ia sebut sebagai seni “ngolah” audiens, prinsip profesionalisme di tengah dinamika relasi dengan tokoh berpengaruh, hingga kesehatannya yang sempat terganggu akibat tifus di tengah padatnya jadwal kerja.
Di akhir sesi, Choky menyampaikan bahwa hingga akhir 2026 dirinya akan disibukkan dengan rangkaian perjalanan untuk berbagi ilmu public speaking ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia turut mengajak masyarakat yang tertarik dengan koleksi Cartenz Tactical untuk mengunjungi akun Instagram resmi @cartenztactical guna melihat pilihan produk yang tersedia.





- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar