Presiden Minta BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Warga
- account_circle Robi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Pemerintah tengah mendorong percepatan kepemilikan rekening bank oleh seluruh warga negara Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden, Selasa (8/9/2026).
“Tadi kita berdiskusi dengan Presiden mengenai kepemilikan rekening bank oleh warga negara atau rakyat Indonesia,” kata Airlangga di Jakarta.
Airlangga menjelaskan, berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini telah mencapai 93,62 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, melampaui standar yang ditetapkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sebesar 63 persen.
“Sebenarnya angka-angka ini relatif baik. Jadi kalau dibandingkan dengan OECD, misalnya, standar OECD untuk literasi keuangan adalah 63 persen, sedangkan survei kita adalah 69,57 persen,” ujarnya.
Meski capaian tersebut dinilai cukup baik, Presiden meminta agar seluruh penduduk Indonesia pada akhirnya memiliki rekening bank. Untuk merealisasikan target itu, dua bank pelat merah, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), ditugaskan menyiapkan rekening bagi masyarakat.
“Jadi tentu saja BRI dan Bank Syariah Indonesia diminta untuk menyiapkan rekening untuk masyarakat,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan menjadi rujukan utama dalam proses pembukaan rekening secara massal tersebut. Data itu selanjutnya akan disinkronkan dengan sistem yang dimiliki Bank Indonesia (BI), khususnya pada sistem pembayaran dan sistem gateway, termasuk melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Data yang digunakan akan berupa data dari Kantor Catatan Sipil, Dukcapil. Dan data dari Kantor Catatan Sipil tersebut tentu akan disinkronkan dengan sistem di Bank Indonesia, khususnya untuk sistem pembayaran dan kedua, sistem gateway,” jelasnya.
Ia menambahkan, integrasi dengan QRIS disiapkan agar literasi dan inklusi keuangan masyarakat dapat meningkat secara optimal, melampaui capaian yang sudah diraih saat ini.
“Jadi dengan menggunakan QRIS, hal ini sedang dipersiapkan agar literasi keuangan kita meningkat dan inklusinya bisa mencapai seoptimal mungkin, lebih tinggi dari yang sudah kita capai,” ujar Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa rekening-rekening yang telah disiapkan bagi masyarakat itu nantinya akan menjadi kanal penyaluran berbagai program bantuan pemerintah ke depan.
“Ke depan, berbagai program akan dikirimkan ke rekening-rekening yang telah disiapkan untuk warga tersebut,” katanya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar