Ekonom INDEF Pertanyakan Efisiensi Anggaran Vs Target Tumbuh 6 Persen
- account_circle Robi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. Antara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Direktur Pengembangan Big Data INDEF Eko Listiyanto mempertanyakan konsistensi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen menuju 8 persen pada 2027, mengingat belanja barang dari program-program prioritas presiden justru tercatat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pada kuartal I-II 2026.
“Kalau kita lihat data di kuartal kedua bahkan kuartal 1 2026, salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi adalah belanja barang, dan itu dari program-program prioritas presiden. Apakah memang dengan target pertumbuhan ekonomi 2027 hampir 6 persen dengan efisiensi yang Bapak lakukan itu tidak kontradiktif dengan target tersebut?” tanya Eko kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Ia juga menyoroti komposisi belanja “lain-lain” yang justru diproyeksikan lebih tinggi dibanding belanja modal pada 2027, mencapai Rp500 triliun. “Apa ini tidak justru menimbulkan kontradiksi bahwa kita ingin mendorong growth, seperti target di belanja lain-lain,” katanya.
Menjawab pertanyaan itu, Menkeu Purbaya berdalih perlambatan sektor non-pemerintah pada triwulan II 2026 lebih disebabkan gejolak likuiditas sesaat akibat penarikan dana pemerintah dari perbankan, bukan akibat efisiensi anggaran itu sendiri. Namun ia mengakui, “Walaupun ada belanja lain-lain, enggak bukan berarti ekonominya melambat gara-gara itu.”
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar