Pengadaan APD Kemenkes Bermasalah, PT Energi Kita Duga Anggaran Tidak Transparan

0

INAnews.co.id, Jakarta – PT Energi Kita Indonesia (EKI) selaku pemenang tender lelang pengadaan APD COVID-19 hingga kini belum dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

CEO PT EKI, Satrio Wibowo mengatakan, PT Permana Putra Mandiri dan PT EKI dinyatakan sebagai pemenang tender alat kesehatan tersebut.

Satrio tambahkan jika pemenang tender tersebut memperoleh dana sebesar Rp 50 miliar dari Kementerian Kesehatan RI.

” Diberitakan di SPK ini PT Permana dan PT EKI sebagai pemenang SPK PT Permana mendapatkan dana 50 miliar dari Kementerian Kesehatan sehingga dipotong pajak semua, 44 miliar,” tegasnya, Rabu 1 juni 2020.

Satrio menambahkan, melalui SPK itu dari senilai Rp 50 miliar dipotong pajak uang yang diperoleh menjadi total Rp 44 miliar.

Selain itu, Satrio Wibowo menduga sebagai pemenang lelang pihaknya belum menerima kucuran sejumlah uang dari pengadaan APD itu.

” Tapi tidak turun ke PT Energi Kita sebagai reseller sehingga ini harus diteruskan atau dapat di kategorikan penggelapan dana demikian,” kata Satrio.

Perlu diketahui, berita acara negosiasi ulang pengadaan APD berlangsung pada tanggal 7 Mei 2020 lalu di kantor BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Negosiasi ulang antara pejabat pembuat komitmen dana DSP BNPB dengan PT Permana Putra Mandiri dengan hasil sebagai berikut:

1. Sampai dengan barang masuk tanggal 27 April 2020 dibayarkan dengan nilai PO sebesar US $ 44.

2. PT.Permana Putra Mandiri bersedia menurunkan harga menjadi Rp. 366.850,- untuk barang yang dikirim mulai tanggal 28 April 2020-7 Mei 2020 sebanyak Rp. 503.500 PC.

3. Bahwa untuk PT.Permana Putra Mandiri dan PT.Energi Kita Indonesia sebagai pemenang SPK sebesar Rp 5.000.000 APD berdasarkan Nomor KK 02.01/1/460/2020 tanggal 28 Maret 2020 tetap dapat menjalankan pemenuhan APD untuk bulan Mei diberi volume sebesar 1.000.000 APD, dengan harga baru yang telah disepakati para pihak, yaitu Rp. 294.000 belum termasuk PPN.

Menurutnya, PT Permana Putra Mandiri tidak transparan terkait pembayaran APD dari Kemenkes dan Ia menduga kecurangan juga terjadi dalam proses pencairan dana.

” Diduga ada kecurangan karena menerima dana dari Kementerian Kesehatan namun tidak membayar kepada PT EKI yang masih ada tagihan hampir ratusan miliar jadi PT Permana tidak terbuka terhadap PT EKI,” ungkapnya.

Pada awalnya pemilik barang berupa APD itu diprioritaskan kepada PT Energi Kita Indonesia.

Melalui SPK tersebut, katanya, PT Energi Kita Indonesia merupakan bagian dari landasan dasar untuk mengikuti lelang produk penyedia alat kesehatan APD tersebut.

” Karena kuota itu pemilik barangnya kan pada awalnya adalah PT Energi Kita, jadi kita tidak melihat nama, jenis, barang mau boho, mau Caltex mau A,B,C,D, F SPK itulah yang menjadi landasan kita untuk memastikan adanya kepada PT Energi Kita,” ujarnya.

Konsorsium PT EKI sebelumnya ditunjuk sebagai Pelaksana tugas pengadaan APD oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu tertuang pada SPK bernomor : KK.02.01/1/460/2020 tertanggal 28 Maret 2020.

Proyek pesanan APD oleh Kemenkes RI ini mencapai 5 juta set APD, dengan keterangan 3 juta set APD telah dikirim.

Komentar Anda

Your email address will not be published.