Revoluta Ekpresikan Jiwa Merdeka Perempuan dan Seorang Ibu

456

INAnews.co.id ,Jakarta – Pelukis perempuan Revoluta Syafri memamerkan karya tunggalnya untuk kedua kali.

Revoluta memulai hari pertama memamerkan karya lukisan besarnya bersama karya lainnya, di Museum Nasional pada senin 12 april hingga 17 april 2021, di Jakarta.

Pada pameran tunggal yang digelar kali ini, Revoluta memberi tema “Jiwa Merdeka”.

Karya besar lukisan “Jiwa Merdeka” yang dipamerkan pada pameran tunggalnya, Revoluta membuat lukisan abstrak , pada kanvas ukuran 4 x 20 meter yang di eksekusinya selama 3 hari.

“Persiapan untuk pameran ini sekitar 3 bulan, dan saya dibantu dan didukung oleh para seniman tanah air untuk mewujudkan lukisan jiwa merdeka ini hingga bisa dipamerkan,” ungkap Revoluta saat ditemui di Museum Nasional, 12 april 2021.

Kegiatan pameran lukisan ini juga dibuka oleh, Inarno Djayadi sebagai Direktur Utama BEI.

Revoluta ungkapkan, Jiwa Merdeka dalam lukisannya sebagai simbol perlawanan terhadap situasi saat ini yang terus membelenggu kebebasan dalam bersosialisasi, terlebih diakibatkan masa pandemi yang tak kunjung berakhir.

“Jiwa Merdeka artinya kita ingin memerdekakan diri kita sendiri, sehingga jangan sampai kita hidup di negara yang merdeka tapi diri kita tidak merdeka, karena terbelenggu dengan keadaan, jadi jiwa merdeka artinya kita harus bangkit, jangan mengalah dengan keadaan,” jelas Revoluta.

Lukisan karya Revoluta yang berjudul “Terbelenggu” dipamerkan dalam pameran tunggalnya di Museum Nasional pada senin 12 april 2021.

 

Dalam karya lainnya yang dipamerkan, Revoluta juga membuat lukisan berjudul “Terbelenggu” , lukisan yang mengekspresikan tentang perempuan dan kebebasan perempuan dalam hidupnya tanpa melupakan kodrat manusia.

“Banyak perempuan yang gak mau melakukannya dan mereka memilih hidup nyaman dan miris,kenapa mereka terima keadaan  padahal mereka bisa berubah, perempuan tetap perempuan tapi saat mereka di injak kenapa diam,” ungkap Revoluta.

Lanjutnya, media lukis yang ada kali ini , Revoluta lebih membebaskan dirinya tanpa harus terpaku, “kita harus merdeka dan membebaskan hal-hal yang membuat beban hidup,” ucapnya.

“Dan itu hidup kita lebih ringan kalau menurut saya, lebih menerima jadi saya sebagai seorang ibu dengan dua anak perempuan masih memiliki impian untuk masa depannya anak saya,” tutup Revoluta.

 

 

Komentar Anda

Your email address will not be published.