Menu

Mode Gelap
Kadin: Dunia Usaha “Bertahan Saja Sudah Cukup” di Tengah Tekanan Global Direktur INDEF: Ketahanan Ekonomi RI Masih Rentan Bahlil Tegaskan BBM Subsidi tak Naik, Andalkan Royalti Tambang Buzzer Disebut Pakar sebagai “Ideological State Apparatus” Era Digital Machu Picchu dan Ribuan Spesies Kentang, Pesona Peru yang Tak Terduga UU ITE Dibuat untuk Ekonomi Digital, Bukan Alat Bungkam Kritik

GLOBAL

Kemitraan ASEAN-Jepang Harus Berorientasi Masa Depan, Kata Menlu

badge-check


					Foto: dok. Kemenlu Perbesar

Foto: dok. Kemenlu

INAnews.co.id, Laos– Menteri Luar Negeri RI mengajak Jepang mengembangkan kemitraan yang berorientasi masa depan, dengan fokus pada pertumbuhan hijau, ekonomi digital serta perdamaian dan stabilitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan ASEAN-Jepang Post-Ministerial Conference (PMC) di Vientiane, Laos (26/7).

Menlu Retno menyampaikan bahwa selama ini ASEAN-Jepang telah memiliki kemitraan yang kuat dalam menjaga perdamaian dan stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Jepang bahkan disebut dalam survei Komunitas ASEAN terkini sebagai “mitra ASEAN yang paling terpercaya”. Retno menyebutkan bahwa kepercayaan yang tinggi dari masyarakat ASEAN ini perlu dikapitalisasi untuk lebih memperkuat kemitraan ASEAN-Jepang.

Dalam pernyataannya, Menlu RI mengangkat tiga area kerja sama yang dapat menjadi fokus ASEAN-Jepang.

Pertama, mempromosikan pertumbuhan hijau.

Dukungan Jepang sangat dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi di kawasan, khususnya melalui mekanisme pembiayaan inovatif dan transfer teknologi rendah karbon.

“Kita harus terus dorong implementasi berbagai proyek prioritas yang dapat mendukung penurunan emisi di kawasan, termasuk dalam platform Asia Zero Emission Community (AZEC)”, ujar Retno, dalam keterangan resmi.

Kedua, mempercepat transformasi ekonomi digital.

Pada keketuaan Indonesia di ASEAN tahun lalu, telah diluncurkan inisiatif Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (Digital Economy Framework Agreement/DEFA), yang akan meningkatkan potensi ekonomi digital di kawasan mencapai USD 2 triliun.

“Kita harus pastikan kemitraan ASEAN-Jepang dapat mendukung penguatan keterampilan masyarakat dan memperkuat integrasi UMKM di Asia Tenggara ke dalam ekosistem digital.

Ketiga, menjaga perdamaian dan stabilitas.

Indonesia mengapresiasi komitmen Jepang untuk menghormati hukum internasional secara konsisten. “Kita harus pastikan hukum internasional juga dihormati dalam isu Palestina.

Saya juga berharap Jepang dapat segera mengakui Palestina, sebagai salah satu upaya penting mendorong proses perdamaian menuju solusi dua negara“, tegas Retno.

Terkait AOIP, Menlu Retno juga mengapresiasi Jepang sebagai salah satu negara yang pertama kali memberikan dukungannya terhadap AOIP.

“Kemitraan ASEAN-Jepang harus terus menjadi solusi dari berbagai upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik dan juga dunia”, tutup Retno.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kadin: Dunia Usaha “Bertahan Saja Sudah Cukup” di Tengah Tekanan Global

26 Juni 2026 - 15:37 WIB

Direktur INDEF: Ketahanan Ekonomi RI Masih Rentan

26 Juni 2026 - 13:34 WIB

Bahlil Tegaskan BBM Subsidi tak Naik, Andalkan Royalti Tambang

26 Juni 2026 - 11:47 WIB

Populer NASIONAL