Menu

Mode Gelap
80 Persen Jurnalis Akui Swasensor Ethical Slaughtering: Seni Menghargai Nyawa di Ujung Pisau Tren Keamanan Global Memburuk, Polri Mampu Jaga Stabilitas Kekerasan terhadap Jurnalis Melonjak Podcast Kampus Jadi Jembatan Informasi, Institut STIAMI Kenalkan Prodi Administrasi Bisnis Lewat POSTHINK Ekonom Desak Presiden Bangun Kesepakatan Lintas Rezim untuk Kurangi Belanja

NASIONAL

Peran Utama Pemerintah Menyukseskan Pilkada Serentak 2024 Memastikan Ketersediaan Anggaran

badge-check


					Foto: dok. Puspen Kemendagri Perbesar

Foto: dok. Puspen Kemendagri

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan peran utama pemerintah dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 adalah memastikan ketersediaan anggaran dan kesiapan aparat pengamanan di setiap daerah. Karena itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memastikan realisasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) berjalan sesuai rencana.

“Dalam hal ini pekerjaan dari Kementerian Dalam Negeri, mengejar NPHD harus jadi dan harus direalisasi,” ujar Mendagri dalam keterangan resmi, Selasa (12/11/2024).

Mendagri Tito menyampaikan itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Jakarta.

Mendagri memaparkan, anggaran untuk KPUD, Bawaslu, Polri, dan TNI telah direalisasikan sepenuhnya sesuai dengan permintaan dan kesepakatan masing-masing daerah.

Kemendagri juga mengoptimalkan peran aparat pengamanan di luar TNI/Polri untuk memastikan Pilkada berjalan aman dan tertib. Untuk itu, Kemendagri meminta pelibatan Satpol PP dan Satlinmas dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

“Kunci utamanya adalah akurasi dari potensi kerawanan di tiap daerah,” ujar Mendagri.

Selain itu, Mendagri juga telah berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Bawaslu untuk memastikan netralitas ASN dalam Pilkada benar-benar dijalankan.

“Dan kemudian sudah ada juga upaya-upaya yang telah kami lakukan, mulai dari Zoom Meeting dengan seluruh kepala daerah, kemudian dengan seluruh Pj. (Penjabat) dan lain-lain, yang semuanya ada rekamannya, yang menyampaikan untuk mengambil posisi netral,” jelasnya.

Sebagai informasi, Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPR RI ini turut dihadiri Pj. Gubernur Jawa Timur, serta para bupati/wali kota se-Provinsi Jawa Timur.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kekerasan terhadap Jurnalis Melonjak

4 Mei 2026 - 11:48 WIB

RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok

3 Mei 2026 - 21:56 WIB

Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi

3 Mei 2026 - 19:54 WIB

Populer POLITIK