Menu

Mode Gelap
Ekonom Desak Presiden Bangun Kesepakatan Lintas Rezim untuk Kurangi Belanja CEO ‘BAT Bank’ Dijemput Penyidik, CWIG Soroti Dugaan TPPU dan Pencatutan Nama Presiden RI RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita Polri Berperan Krusial Menjaga Stabilitas di Tengah Medan Sosial Paling Kompleks di Dunia

BUDAYA

Surabaya dan Pos Bloc Jadi Pusat Pameran Seni Rupa Kontemporer Pada ARTSUBS 2024

badge-check


					Surabaya dan Pos Bloc Jadi Pusat Pameran Seni Rupa Kontemporer Pada ARTSUBS 2024 Perbesar

INAnews.co.id, Surabaya  – Kota Surabaya mencatatkan sejarah baru dalam dunia seni rupa Indonesia.

Untuk pertama kalinya, kota ini menjadi tuan rumah ARTSUBS 2024, pameran seni rupa kontemporer berskala nasional yang menampilkan lebih dari 200 karya dari 150 seniman terkemuka tanah air.

Dengan tema besar “Ways of Dreaming”, ARTSUBS 2024 hadir sebagai wujud mimpi besar Surabaya untuk menjadi pusat seni rupa kontemporer sekaligus pusat inovasi budaya di Indonesia.

Pameran ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 26 Oktober hingga 24 November 2024, bertempat di Pos Bloc Surabaya.

Dengan total luas area pameran mencapai 3.900 meter persegi, ARTSUBS menjadi salah satu acara seni terbesar di Indonesia.

Menurut Nirwan Dewanto, kurator utama ARTSUBS 2024, seni rupa memiliki kemampuan untuk mendorong kesadaran publik terhadap realitas sosial yang kompleks.

“Karya seni ini membawa imajinasi yang tak hanya merayakan mimpi besar Indonesia, tetapi juga mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam perjalanan menuju modernitas,” ujar Nirwan.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati berbagai medium seni, mulai dari lukisan, patung, hingga instalasi dan fotografi, yang menggambarkan keragaman seni rupa kontemporer Indonesia.

Para seniman yang berpartisipasi mencakup nama-nama besar seperti Eko Nugroho, Agus Suwage, dan Andra Matin, serta seniman muda berbakat dari berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung.

Selain itu, ARTSUBS 2024 juga menghadirkan berbagai program pendamping, seperti , Lokakarya Seni yang Melibatkan seniman terkemuka, seperti lokakarya stensil oleh Anargard pada 27 Oktober, lokakarya batik bersama Agus Ismoyo pada 4 November, dan lokakarya keramik oleh Nuzurlis Koto pada 23 November.

Kemudian ada diskusi Publik dengan narasumber kurator Nirwan Dewanto dan filsuf Karlina Supelli, yang memberikan perspektif baru tentang seni dan masyarakat.

Pentas Wicara dan Tur Galeri, sebuah rangkaian kegiatan yang mempertemukan seniman, kolektor, dan penikmat seni dalam suasana interaktif.

Tur galeri dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok, mulai dari pelajar hingga penyandang disabilitas.

Pos Bloc Surabaya dipilih sebagai lokasi pameran tidak hanya karena daya tarik historisnya, tetapi juga karena nilai strategisnya.

Sebagai salah satu bangunan ikonik di kawasan Kota Lama Surabaya, Pos Bloc dulunya adalah Kantor Pos Surabaya, tempat Ir. Soekarno pernah bersekolah di Hoogere Burgerschool (HBS).

Lokasi ini juga dekat dengan Jembatan Merah, salah satu situs penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Transformasi Pos Bloc menjadi ruang seni modern menjadikannya simbol harmoni antara sejarah dan inovasi.

“ARTSUBS diharapkan dapat membawa suasana baru ke kawasan ini dan menjadi pendorong pengembangan ekonomi kreatif di Surabaya,” tutup Nirwan.

ARTSUBS 2024 bertujuan untuk menarik lebih dari 100.000 pengunjung selama sebulan pameran.

Dengan tiket seharga Rp 100.000 untuk umum dan Rp 50.000 untuk pelajar, acara ini tidak hanya merayakan seni, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam ekosistem seni kontemporer.

 

Reporter  ; Naila Tunnada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

1 Mei 2026 - 18:45 WIB

Aktivis 98 dan Monopoli Moral dalam Demokrasi

12 April 2026 - 22:49 WIB

Menilik Strategi FORSIMEMA-RI dalam Meningkatkan Kesejahteraan Jurnalis

11 April 2026 - 15:43 WIB

Populer PENDIDIKAN