Menu

Mode Gelap
Ekonom Desak Presiden Bangun Kesepakatan Lintas Rezim untuk Kurangi Belanja CEO ‘BAT Bank’ Dijemput Penyidik, CWIG Soroti Dugaan TPPU dan Pencatutan Nama Presiden RI RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita Polri Berperan Krusial Menjaga Stabilitas di Tengah Medan Sosial Paling Kompleks di Dunia

BUDAYA

Menbud-Menteri Urusan Luar Negeri India Bahas Kerja Sama Budaya dan Revitalisasi Prambanan

badge-check


					Foto: dok. akun X Fadli Zon Perbesar

Foto: dok. akun X Fadli Zon

INAnews.co.id, Jakarta– Di sela-sela pelaksanaan WAVES (World Audiovisual and Entertainment) Summit 2025 di Mumbai, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar. Pertemuan ini kata Fadli, menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama budaya, solidaritas negara-negara selatan global (global south) serta hubungan bilateral kedua negara.

Pada pertemuan itu, Fadli juga menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah terkait serangan teror yang terjadi pada 22 April 2025 di Baisaran meadow, dekat Pahalgam, Kashmir, yang menewaskan 26 orang. “Saya menegaskan solidaritas Indonesia dengan India dalam menghadapi insiden ini serta pentingnya kerja sama global untuk menjaga perdamaian dan keamanan,” tertulis demikian di akun X-nya, Jumat.

“Saya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah India dalam penyelenggaraan WAVES Summit 2025 di Mumbai. Indonesia menghargai kepemimpinan India dalam mempertemukan pelaku budaya global, dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari dialog penting mengenai kolaborasi dalam ekonomi dan industri budaya,” lainnya.

Pertemuan itu juga membahas tindak lanjut kesepakatan Cultural Exchange Programme (CEP) antara kedua negara yang telah ditandatangani dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Ia menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan RI untuk aktif menjalankan program-program yang telah disepakati, termasuk pertunjukan budaya, pameran, pertukaran pakar, serta pertukaran pemuda dan akademik.

Ia juga mengusulkan eksplorasi proyek co-production, baik film, dokumenter, maupun musik, sebagai bagian dari penguatan CEP. “Kami juga mengenang sejarah dan warisan kedua negara sebagai penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung,” kata Fadli.

“Semangat Dasasila Bandung tetap relevan hari ini sebagai fondasi solidaritas, keadilan, dan kerja sama budaya di antara negara-negara Global South, khususnya dalam menghadapi dunia yang semakin terpolarisasi,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kerja sama budaya, narasi sejarah, dan memori kolektif sebagai kekuatan utama untuk mendorong kolaborasi south-south serta menciptakan tatanan global yang lebih adil.

“Saya menyampaikan terima kasih atas tawaran Pemerintah India untuk ikut membantu restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan, sebagaimana diumumkan Perdana Menteri Narendra Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo pada Januari lalu,” sampai politisi Gerindra itu.

“Kami di @kemenbud akan mendorong realisasi tawaran itu dengan mengundang tim ahli dari India untuk melihat langsung Candi Prambanan. Kerja sama ini bukan hanya memperkuat hubungan budaya bilateral, tetapi juga menjadi contoh penting pelestarian warisan bersama antara dua peradaban besar,” kata Fadli.

Pengembangan kerja sama teknis, proyek konservasi bersama, dan pertukaran pakar untuk melindungi serta mempromosikan warisan budaya Indonesia, agar situs-situs bersejarah dapat terus menginspirasi generasi mendatang, kata Fadli.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok

3 Mei 2026 - 21:56 WIB

Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi

3 Mei 2026 - 19:54 WIB

Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita

3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Populer EKONOMI