Menu

Mode Gelap
Pemerintanh Memastikan Stabilitas Energi Nasional di Tengah Geopolitik Global CBA Desak KPK Selidiki Proyek Puskesmas Karang Penang Sampang yang Baru Diresmikan Sufmi Dasco Ahmad Dinilai Layak Jadi Wapres 2029, Ahmad Bahar Tuangkan dalam Buku Baru  Presiden Panggil Menaker Yassierli: Lapor Capaian Program Magang Nasional Pengamat Sebut “Inflasi Pengamat” Lebih Bahaya jika Pesan yang Ditertibkan Qurban Self-Care: Rahasia Membersihkan Jiwa di 10 Hari Pertama Żulḥijjah

NASIONAL

Konsumsi Listrik Industri Turun

badge-check


					Foto: Abra Talattov/tangkapan layar Perbesar

Foto: Abra Talattov/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Surplus produksi listrik Indonesia yang mencapai 37 terawatt hour (TWh) pada 2023 mengindikasikan adanya fenomena deindustrialisasi. Kepala Pusat Pangan Energi dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, Abra Talattov, mencatat konsumsi listrik sektor industri terus menyusut dari 43 persen pada 2000 menjadi hanya 31 persen pada 2023.

“Kecepatan penambahan kapasitas listrik tidak diimbangi oleh kecepatan demand, khususnya dari sektor industri. Ini mengkonfirmasi deindustrialisasi dan target pemerintah untuk mendorong industri manufaktur masih berjalan lambat,” ungkap Abra dalam seminar nasional yang INDEF di Jakarta, belum lama ini.

Data menunjukkan pertumbuhan konsumsi listrik Indonesia dalam 10 tahun terakhir hanya 4,4% per tahun, jauh di bawah target RUPTL 2025-2034 yang memproyeksikan pertumbuhan 5,2 persen per tahun. Kondisi ini berpotensi menambah beban subsidi listrik karena selisih antara listrik yang diproduksi dengan yang dijual terus melebar.

INDEF merekomendasikan akselerasi konsumsi listrik hingga 6 persen per tahun yang dapat menghasilkan net saving fiskal hingga Rp140 triliun per tahun sampai 2034 melalui efisiensi subsidi energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pemerintanh Memastikan Stabilitas Energi Nasional di Tengah Geopolitik Global

28 April 2026 - 14:56 WIB

Sufmi Dasco Ahmad Dinilai Layak Jadi Wapres 2029, Ahmad Bahar Tuangkan dalam Buku Baru 

28 April 2026 - 14:48 WIB

Presiden Panggil Menaker Yassierli: Lapor Capaian Program Magang Nasional

28 April 2026 - 12:52 WIB

Populer NASIONAL