Menu

Mode Gelap
War Tiket Haji Picu Keresahan, 57 Persen Publik Tolak Wacana Mantan Mendikbud Kritik Wacana Penutupan Prodi: Jangan Korbankan Ilmu Murni Membangun Ekosistem Olahraga Basket Yang Kompetitif Dan Berkelanjutan, Garuda West Gelar Turnamen Kelompok Umur Kementerian Haji Baru Dibentuk, Citra Langsung Hancur di Publik 15 Tuntutan AS versus 10 Tuntutan Iran: Jalan Buntu Antrean Haji 26 Tahun, Sistem War Tiket Bukan Solusi

POLITIK

Akademisi UGM: Ruang Sipil Menyempit, Kampus Jadi Sasaran Baru

badge-check


					Foto: Prof. Amalinda Savirani/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prof. Amalinda Savirani/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Prof. Amalinda Savirani, mengingatkan bahwa fenomena shrinking civic space atau penyempitan ruang kebebasan sipil di Indonesia kini telah merambah ke lingkungan akademis dan kampus. Penilaian itu disampaikannya secara daring dalam diskusi di FISIP UIN Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Amalinda menyatakan bahwa apa yang dialami Saiful Mujani merupakan momentum wake up call bagi para intelektual yang selama ini berdiam diri dan secara tidak langsung bersikap kompli terhadap praktik-praktik yang membungkam kebebasan. Ia menyebut kelompok masyarakat marginal dan sipil sudah jauh lebih lama merasakan tekanan yang kini baru menyasar para akademisi.

“Kalau Pak Saiful Mujani saja kena, apalagi saya yang cuma remah-remahan di UGM,” ujarnya.

Amalinda mendorong seluruh kalangan intelektual untuk mengadopsi apa yang ia sebut sebagai scholar activism, peran aktif ilmuwan dalam melawan otoritarianisme dan merawat demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Antrean Haji 26 Tahun, Sistem War Tiket Bukan Solusi

26 April 2026 - 18:06 WIB

Empat Jalur Konstitusional Turunkan Presiden Dipaparkan di UIN

26 April 2026 - 17:16 WIB

Dua Kunci Ketahanan Iran: Mosaic Defense dan Budaya

26 April 2026 - 15:51 WIB

Populer POLITIK