INAnews.co.id, Jakarta– Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Prof. Amalinda Savirani, mengingatkan bahwa fenomena shrinking civic space atau penyempitan ruang kebebasan sipil di Indonesia kini telah merambah ke lingkungan akademis dan kampus. Penilaian itu disampaikannya secara daring dalam diskusi di FISIP UIN Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Amalinda menyatakan bahwa apa yang dialami Saiful Mujani merupakan momentum wake up call bagi para intelektual yang selama ini berdiam diri dan secara tidak langsung bersikap kompli terhadap praktik-praktik yang membungkam kebebasan. Ia menyebut kelompok masyarakat marginal dan sipil sudah jauh lebih lama merasakan tekanan yang kini baru menyasar para akademisi.
“Kalau Pak Saiful Mujani saja kena, apalagi saya yang cuma remah-remahan di UGM,” ujarnya.
Amalinda mendorong seluruh kalangan intelektual untuk mengadopsi apa yang ia sebut sebagai scholar activism, peran aktif ilmuwan dalam melawan otoritarianisme dan merawat demokrasi.






