INAnews.co.id, Jakarta– Wacana penerapan sistem war tiket haji yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah mendapat penolakan luas dari masyarakat.
Analisis sentimen publik yang dilakukan tim data INDEF menemukan 57,85 persen percakapan di media sosial bernada negatif terhadap wacana ini, sementara dukungan hanya mencapai kurang dari 3 persen.
Data diambil dari sekitar 15.387 perbincangan di Twitter, YouTube, dan platform lainnya sepanjang 10–20 April 2026.
Kekhawatiran terbesar yang mengemuka adalah potensi maraknya praktik percaloan, ketidakadilan akses, hingga munculnya pasar gelap yang akan mendongkrak harga slot haji secara tidak terkendali.
Peneliti data INDEF Wahyu Tri Utomo menyebut, sebagian netizen bahkan menyamakan mekanisme war tiket haji dengan sistem judi karena bersifat untung-untungan.
Sebagian lainnya menilai wacana ini justru menambah masalah baru alih-alih menyelesaikan persoalan antrean yang sudah mengular hingga rata-rata 26,4 tahun secara nasional,” katanya di kanal YouTube INDEF, Jumat (24/4/2026).






