Menu

Mode Gelap
MAXUS MIFA 7: Solusi Mobilitas Modern di GIIAS 2026 Warga Jakarta Pusat Deklarasi Perang Terhadap Tramadol Buton Selatan Raih LPM Award 2026, Bukti Komitmen Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Digitalisasi UMKM Tumbuh Pesat, tapi INDEF Nilai Belum Inklusif Pertumbuhan Ekonomi RI tak Ditopang Sektor Riil Sahroni Desak Polri Ungkap Bandar Besar di Balik 46 Juta Pil Koplo

SYARIAH

War Tiket Haji Picu Keresahan, 57 Persen Publik Tolak Wacana

badge-check


					Foto: Wahyu Tri Utomo Perbesar

Foto: Wahyu Tri Utomo

INAnews.co.id, Jakarta– Wacana penerapan sistem war tiket haji yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah mendapat penolakan luas dari masyarakat.

Analisis sentimen publik yang dilakukan tim data INDEF menemukan 57,85 persen percakapan di media sosial bernada negatif terhadap wacana ini, sementara dukungan hanya mencapai kurang dari 3 persen.

Data diambil dari sekitar 15.387 perbincangan di Twitter, YouTube, dan platform lainnya sepanjang 10–20 April 2026.

Kekhawatiran terbesar yang mengemuka adalah potensi maraknya praktik percaloan, ketidakadilan akses, hingga munculnya pasar gelap yang akan mendongkrak harga slot haji secara tidak terkendali.

Peneliti data INDEF Wahyu Tri Utomo menyebut, sebagian netizen bahkan menyamakan mekanisme war tiket haji dengan sistem judi karena bersifat untung-untungan.

Sebagian lainnya menilai wacana ini justru menambah masalah baru alih-alih menyelesaikan persoalan antrean yang sudah mengular hingga rata-rata 26,4 tahun secara nasional,” katanya di kanal YouTube INDEF, Jumat (24/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Koperasi Syariah Ditarget Jadi Pilar Ekonomi 2045, tanpa Peta Jalan Jelas

21 Juli 2026 - 08:43 WIB

Ukuran Sukses Koperasi Syariah Dinilai Masih Terjebak Angka SHU dan Aset

21 Juli 2026 - 06:41 WIB

Koperasi Syariah Dinilai Baru Mengambil Ceruk Pembiayaan

20 Juli 2026 - 17:45 WIB

Populer SYARIAH