Menu

Mode Gelap
Cas dari PLN, EV Tetap Lebih Hijau dari Kendaraan BBM Halalbihalal JATTI: AI, Koperasi, dan Masa Depan Umat Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif Syafii Antonio: Alumni Timur Tengah Harus Kuasai Ekonomi Syariah Tanpa Inovasi, Indonesia Selamanya Ekspor Bahan Mentah Hilirisasi Butuh Rantai Pasok Lengkap, Nikel Saja tak Cukup

EKONOMI

China Kuasai Teknologi Hijau, Indonesia Masih Tertinggal

badge-check


					Foto: Imaduddin Abdullah/tangkapan layar Perbesar

Foto: Imaduddin Abdullah/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Imaduddin Abdullah, Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, menegaskan hal itu dalam program Watch on Economy, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, China berhasil masuk lebih awal ke industri teknologi rendah karbon sejak awal 2000-an melalui investasi besar-besaran di riset dan pengembangan. Hasilnya, mereka kini berada di garis terdepan technological frontier, melampaui Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang.

Indonesia, di sisi lain, menghadapi tantangan struktural berupa deindustrialisasi dini—kondisi di mana kontribusi sektor industri terhadap PDB terus menurun.

”Sayangnya, relatif sedikit negara yang setelah mengalami deindustrialisasi bisa naik kembali,” ujar Imad.

Kondisi ini membuat Indonesia kesulitan bersaing memperebutkan relokasi industri dari China yang tengah berhadapan dengan tekanan geopolitik dari Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Hilirisasi Butuh Rantai Pasok Lengkap, Nikel Saja tak Cukup

20 April 2026 - 13:36 WIB

YLKI Dorong Reformasi Struktural Perlindungan Konsumen di Harkonas 2026

20 April 2026 - 12:30 WIB

Haidar Alwi, Kebijakan Prabowo Soal BBM Sudah Berpihak Kepada Rakyat

19 April 2026 - 22:18 WIB

Populer EKONOMI