Menu

Mode Gelap
Konsolidasi Nasional, Innova Reborn Lovers Indonesia Siap Gelar Jambore Nasional 551 Triliun Subsidi Energi, Separuhnya Salah Sasaran Delapan dari Sepuluh Tabung Gas Kita Ternyata Impor Walau Di Sangsi Penalti di SS1, Maston dan Subhana Mahaputra Justru Cetak Fastest Time dan Raih Podium 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 Semarang Kejurnas SprintRally Semarang 2026, Walau Alami Tekanan Berat Subhana Mahaputra Tetap Raih Podium 2 Lebih Seru Dan Asik Nonton Bareng Pertandingan Piala Dunia Sepakbola 2026 Di Canting Restaurant Hotel Vasaka Jakarta

SYARIAH

Ekosistem Haji RI Tertinggal

badge-check


					Foto: A Hakam Naja/tangkapan layar Perbesar

Foto: A Hakam Naja/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah polemik war tiket, Indonesia disebut mulai tertinggal dalam pengembangan ekosistem industri haji global. Arab Saudi telah meluncurkan platform digital terintegrasi Nusuk yang digunakan oleh 30 juta pengguna di 190 negara, memungkinkan individu mengurus visa, akomodasi, dan perencanaan ritual secara mandiri tanpa agen perjalanan.

Peneliti INDEF Abdul Hakam Naja menyebut, beberapa negara dengan jumlah jemaah jauh lebih kecil dari Indonesia, termasuk Vietnam dan Thailand, justru lebih agresif masuk ke rantai pasok layanan haji di Arab Saudi, mulai dari katering hingga akomodasi.

Selain itu, kapasitas Masjidil Haram yang saat ini menampung sekitar 3 juta jemaah ditargetkan naik menjadi 5 juta pada 2030. Jika kuota Indonesia ikut meningkat signifikan, masa tunggu bisa turun drastis hingga 10 tahun, dan dana kelolaan BPKH pun berpotensi menyusut tajam karena jemaah lebih cepat berangkat. “Ini harus diantisipasi sekarang, bukan reaktif,” kata Hakam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ekspor Halal RI Kalah dari Brasil hingga Polandia

11 Juni 2026 - 10:53 WIB

Modest Fashion Jadi Satu-satunya Andalan RI di SGIE

10 Juni 2026 - 22:11 WIB

Indonesia Merosot ke Peringkat 4 SGIE 2025-2026

10 Juni 2026 - 08:45 WIB

Populer SYARIAH