Menu

Mode Gelap
Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa Ekspor Halal RI Kalah dari Brasil hingga Polandia Empat Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Saya Ingin Selamatkan Indonesia Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya Keuangan Syariah Indonesia Masih Jalan Sendiri

PENDIDIKAN

Healing dengan Kurban: Mengobati Penyakit Hati Melalui Aliran Darah Nusuk

badge-check


					Foto: dok. Al Azhar Perbesar

Foto: dok. Al Azhar

INAnews.co.id, Jakarta  Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana healing ruhani untuk menyembuhkan penyakit hati. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

“Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS Al-Kauṡar [108]: 2).

Ayat ini menunjukkan bahwa kurban adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah, sekaligus wujud syukur atas nikmat-Nya yang tak terhitung: umur, iman, dan rezeki. Memang, sebagian hadis tentang keutamaan kurban memiliki kelemahan.

Namun terdapat riwayat yang dinilai hasan oleh At-Tirmiżi dari Aisyah Raḍiyallāhu `anhā, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adlha) yang lebih dicintai oleh Allah selain dari pada mengucurkan darah (hewan kurban). Karena

sesungguhnya ia (hewan kurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (rida) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.”

Para ulama menjelaskan bagian “faṭībū bihā nafsan” (maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban), yaitu: berkurbanlah dengan hati yang rida, tidak berat, karena yakin Allah menerimanya dan memberi pahala besar.

Bahkan dijelaskan bahwa kalimat ini kemungkinan merupakan penjelasan dari Aisyah sendiri (idrāj), sebagaimana disebutkan oleh al-Ḥāfiẓ Al-`Irāqi. Maknanya tetap dalam: inti kurban adalah

kelapangan hati, bukan sekadar tindakan lahir. Di sinilah letak healing-nya.

Penyakit hati sering bersumber dari keterikatan: cinta berlebihan pada harta, bakhil, riyā`, dan takut kehilangan. Kurban menjadi terapi nyata. Saat seseorang mengeluarkan harta terbaiknya dan menyembelih hewan kurban, ia sejatinya sedang “menyembelih” ego dan keterikatan dunia dalam dirinya.

Aliran darah kurban adalah simbol pelepasan bahwa semua hanyalah titipan Allah. Bahkan yang sampai kepada-Nya bukan darah dan daging, tetapi ketakwaan.

Semakin ikhlas seseorang berkurban, semakin sembuh hatinya: menjadi lapang, ringan memberi, dan penuh syukur.

Kurban adalah terapi ilahi: bukan hanya mengalirkan darah hewan, tetapi

membersihkan hati manusia dari penyakit yang tersembunyi.

*KH Bachtiar Nasir

Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan

WA: 0857 1873 5254

IG: @aql.qurbancare

www.qurbancare.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

2 Juni 2026 - 22:38 WIB

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

Pengukuhan Gelar dan Sertifikasi Internasional 2026 Resmi Digelar di Purbalingga

30 Mei 2026 - 10:27 WIB

After Kurban: Mempertahankan Semangat Pengorbanan di Luar Bulan Żulḥijjah

28 Mei 2026 - 05:55 WIB

Populer PENDIDIKAN