Menu

Mode Gelap
Setelah Dilantik Pengurus Lantip Tangsel Bersiap Merayakan HUT Lantip ke 8 Akar Masalah Rupiah Tertekan karena Institusi Lemah, Kata Guru Besar UI Polri Luncurkan Layanan Digital, Respons Panggilan 110 Detik Penghambat Utama Masuk Investasi Asing: Rendahnya Kapasitas SDA Polri Buka Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Independensi Bank Indonesia Terancam Gara-Gara UU P2SK

POLITIK

Komnas Perempuan Buka Ruang Kritis Nasib Buruh Perempuan

badge-check


					Foto: Kristina Tiya Ayu/tangkapan layar Perbesar

Foto: Kristina Tiya Ayu/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyelenggarakan mimbar publik dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Selasa (1/5/2026), dengan tujuan membuka ruang diskusi kritis mengenai ketimpangan sistem ketenagakerjaan yang selama ini menimpa perempuan pekerja.

Kristina Tiya Ayu, Badan Pekerja Komnas Perempuan yang bertindak sebagai pembawa acara, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan dan konsolidasi masyarakat sipil bagi pengakuan dan perlindungan kerja perempuan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuka ruang diskusi kritis mengenai ketimpangan dalam sistem ketenagakerjaan, khususnya terhadap pengalaman perempuan pekerja yang selama ini belum sepenuhnya diakui, dihitung, dan dilindungi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Mimbar publik tersebut menghadirkan perwakilan dari kementerian dan lembaga negara, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, asosiasi pengusaha, dan kalangan media. Forum ini diharapkan tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan juga ruang konsolidasi untuk memperkuat advokasi perlindungan pekerja perempuan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Presiden Apresiasi Peran Polri di Sektor Ketahanan Pangan

2 Juli 2026 - 17:51 WIB

Semakin Digembosi, Gerakan Mahasiswa Semakin Menyatu dan Berani

1 Juli 2026 - 21:32 WIB

Buzzer Disebut Pakar sebagai “Ideological State Apparatus” Era Digital

26 Juni 2026 - 09:47 WIB

Populer POLITIK