INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mewanti-wanti absennya sinyal krisis dari pemerintah sebagai ancaman tersembunyi. Dalam forum Indonesia Leader Talk bersama politisi PKS Mardani Ali Sera, Jumat (8/5/2026), Dahlan menegaskan bahwa pemimpin tertinggi seharusnya menjadi pihak pertama yang merasakan gejala krisis, bukan justru terakhir.
“Saya tidak melihat sama sekali ada satu langkah yang menandakan pemerintah sekarang lagi merasa keadaan lagi krisis,” ujar Dahlan.
Ia mengibaratkan situasi ini seperti penyakit kanker yang perlu dideteksi sejak dini. Pemimpin, kata dia, wajib mengidentifikasi krisis berada di stadium berapa agar respons kebijakan tepat sasaran. Jika lingkaran terdekat presiden tak memberi informasi yang jujur, kepekaan pemimpin tertinggi terhadap krisis akan tumpul.
Dahlan juga menyindir kabinet Prabowo yang disebutnya “gemuk dan akomodatif,” dibentuk ketika situasi global belum sepanas sekarang. Kini, dengan tekanan perang tarif, konflik Iran-Amerika-Israel, serta penutupan Selat Hormuz, Dahlan menilai asumsi awal itu sudah usang namun belum ada penyesuaian yang berarti.






