Menu

Mode Gelap
LPG Itu Transisi, Bukan Tujuan Peak Emisi 2035 Terancam, Krisis Geopolitik Bikin Dunia Balik ke Fosil Subsidi LPG Bocor 70 Persen Eks Mendikbud Dituntut 18 Tahun, Lebih Berat dari Teroris The Power of Sharing: Mengikat Persaudaraan Lewat “Hadiyyah” Daging Qurban Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun

NASIONAL

Pemerintah tak Beri Sinyal Krisis, Bahaya Mengintai

badge-check


					Foto: Dahlan Iskan/tangkapan layar Perbesar

Foto: Dahlan Iskan/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mewanti-wanti absennya sinyal krisis dari pemerintah sebagai ancaman tersembunyi. Dalam forum Indonesia Leader Talk bersama politisi PKS Mardani Ali Sera, Jumat (8/5/2026), Dahlan menegaskan bahwa pemimpin tertinggi seharusnya menjadi pihak pertama yang merasakan gejala krisis, bukan justru terakhir.

“Saya tidak melihat sama sekali ada satu langkah yang menandakan pemerintah sekarang lagi merasa keadaan lagi krisis,” ujar Dahlan.

Ia mengibaratkan situasi ini seperti penyakit kanker yang perlu dideteksi sejak dini. Pemimpin, kata dia, wajib mengidentifikasi krisis berada di stadium berapa agar respons kebijakan tepat sasaran. Jika lingkaran terdekat presiden tak memberi informasi yang jujur, kepekaan pemimpin tertinggi terhadap krisis akan tumpul.

Dahlan juga menyindir kabinet Prabowo yang disebutnya “gemuk dan akomodatif,” dibentuk ketika situasi global belum sepanas sekarang. Kini, dengan tekanan perang tarif, konflik Iran-Amerika-Israel, serta penutupan Selat Hormuz, Dahlan menilai asumsi awal itu sudah usang namun belum ada penyesuaian yang berarti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

94 Persen Respons Publik soal Ekonomi Bernada Skeptis

13 Mei 2026 - 11:52 WIB

Ekonomi Indonesia Berlari Kencang, tapi Staminanya Diragukan

13 Mei 2026 - 07:44 WIB

Daulat Energi Dorong Percepatan Kompor Induksi untuk Serap Surplus Listrik Nasional

12 Mei 2026 - 19:39 WIB

Populer EKONOMI