Menu

Mode Gelap
LPG Itu Transisi, Bukan Tujuan Peak Emisi 2035 Terancam, Krisis Geopolitik Bikin Dunia Balik ke Fosil Subsidi LPG Bocor 70 Persen Eks Mendikbud Dituntut 18 Tahun, Lebih Berat dari Teroris The Power of Sharing: Mengikat Persaudaraan Lewat “Hadiyyah” Daging Qurban Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun

EKONOMI

Singapura Cadangan Devisa Jumbo pun Bilang “Krisis Kita Berat”

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Mardani Ali Sera menyentil sikap pemerintah Indonesia yang cenderung optimistis di tengah gejolak global dengan membandingkannya terhadap Singapura. Dalam forum Indonesia Leader Talk, Jumat (8/5/2026), ia mengisahkan bagaimana Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong secara terbuka menyatakan bahwa negaranya menghadapi krisis yang berat — padahal cadangan devisa Singapura jauh lebih tebal dari Indonesia.

“Singapura yang cadangan devisanya luar biasa, yang currency-nya strong sekali, bilang siap-siap, krisis kita berat sekali,” kata Mardani.

Ia juga menyoroti langkah Belanda yang mulai melatih warganya bertahan tiga hari tanpa listrik, internet, dan pasokan pangan sebagai bentuk mitigasi krisis. Menurut Mardani, kesiapan mental dan fisik masyarakat adalah tanggung jawab pemimpin yang tidak boleh diabaikan.

Mardani menambahkan, pemimpin yang baik adalah yang menyampaikan fakta secara jujur sekaligus memberikan peta jalan keluar, bukan menyembunyikan ancaman demi menjaga ketenangan semu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

94 Persen Respons Publik soal Ekonomi Bernada Skeptis

13 Mei 2026 - 11:52 WIB

Ekonomi Indonesia Berlari Kencang, tapi Staminanya Diragukan

13 Mei 2026 - 07:44 WIB

Daulat Energi Dorong Percepatan Kompor Induksi untuk Serap Surplus Listrik Nasional

12 Mei 2026 - 19:39 WIB

Populer EKONOMI