News Feed
light_mode
Trending Tags

CBA: Mimpi Bank Jatim Jadi BPD Nomor 1 Masih Jauh, Kalah Aset dari BJB

  • account_circle Helmi Romdhoni
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id,  Jakarta – Ambisi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur atau Bank Jatim untuk menjadi BPD nomor satu di Indonesia mendapat sorotan tajam dari Center for Budget Analysis (CBA).

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai visi Bank Jatim untuk menjadi BPD nomor satu masih belum sejalan dengan kondisi kinerja dan kekuatan bisnis yang dimiliki saat ini.

Menurut Uchok, jika melihat total aset hingga pengembangan anak perusahaan, Bank Jatim masih tertinggal dibandingkan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB.

“Visi Bank Jatim untuk menjadi BPD nomor satu itu masih jauh di langit sana dan belum membumi. Kalau melihat total aset dan pengembangan anak perusahaan, Bank Jatim masih kalah dibandingkan Bank BJB,” kata Uchok Sky Khadafi , Jumat 11 September 2026.

Berdasarkan catatan yang disampaikan CBA, total aset Bank Jatim pada 2025 disebut mencapai Rp168,8 triliun. Sementara pada 2024, total aset Bank Jatim tercatat sebesar Rp118,1 triliun.

Namun angka tersebut masih berada di bawah Bank BJB. Total aset Bank BJB pada 2025 disebut mencapai Rp221,3 triliun, sedangkan pada 2024 mencapai Rp219,9 triliun.

Perbedaan nilai aset tersebut, menurut Uchok, menunjukkan bahwa Bank Jatim masih memiliki pekerjaan rumah besar apabila ingin benar-benar menempati posisi sebagai BPD nomor satu di Indonesia.

Tak hanya soal aset, CBA juga menyoroti struktur kepemilikan saham Bank Jatim pada sejumlah anak perusahaan.

Uchok menyebut Bank Jatim memang memiliki sejumlah anak perusahaan. Namun, porsi saham yang dimiliki disebut masih relatif kecil, bahkan berada di bawah lima persen pada sejumlah perusahaan.

Kondisi itu dinilai berbeda dengan Bank BJB yang, menurut Uchok, memiliki tingkat kepemilikan saham yang jauh lebih besar pada sejumlah anak perusahaan.

“Bank Jatim punya anak perusahaan, tetapi saham yang dimiliki di anak perusahaan hanya di bawah lima persen. Tidak seperti Bank BJB, rata-rata saham yang dimiliki di anak perusahaan hampir 100 persen,” ujarnya.

Selain membandingkan kekuatan bisnis kedua bank pembangunan daerah tersebut, Uchok juga menyoroti dugaan kasus fraud yang pernah muncul.

Menurutnya, pola kasus fraud yang terjadi di Bank Jatim dan Bank BJB memiliki karakter berbeda.

Uchok menilai dugaan fraud di Bank Jatim justru berdampak langsung terhadap kerugian keuangan bank karena dana disebut keluar akibat praktik pembobolan.

Ia menyinggung kasus dugaan pembobolan Bank Jatim melalui modus kredit fiktif yang disebut menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Kasus tersebut, menurut Uchok, diduga melibatkan Bun Santoso bersama sejumlah pihak yang berkaitan dengan internal perbankan.

“Kasus pembobolan Bank Jatim dilakukan dengan modus kredit fiktif sehingga Bank Jatim harus mengalami kerugian dengan total nilai sekitar Rp299,39 miliar,” jelasnya.

CBA menyebut Bun Santoso sebagai pemilik Indi Daya Group yang dikaitkan dengan kasus tersebut.

Sementara terkait Bank BJB, Uchok menilai modus dugaan fraud yang muncul memiliki karakter berbeda dan berkaitan dengan persoalan yang terjadi di lingkungan anak perusahaan.

Uchok kemudian menyinggung kasus yang melibatkan Bank BJB Syariah Cabang Tebet dan menjadi perhatian publik setelah muncul video pengakuan seorang nasabah bernama William Gunawan.

Dalam pengakuannya, William menggunakan istilah “merampok” untuk menggambarkan dugaan persoalan terkait deposito emas Antam miliknya seberat 2,2 kilogram.

Kasus tersebut sempat viral setelah William membongkar dugaan penipuan dan penggelapan terkait emas yang disebut memiliki nilai sekitar Rp6,8 miliar lebih.

Menurut informasi yang disampaikan CBA, emas tersebut sebelumnya disimpan dan dikelola melalui Bank BJB Syariah Cabang Tebet.

“Modus fraud yang muncul baru ini adalah kasus di anak perusahaan BJB sendiri, yaitu Bank BJB Syariah Cabang Tebet. William Gunawan menyebut deposito emas Antam Mulia miliknya seberat 2,2 kilogram seperti dirampok,” kata Uchok.

Uchok menilai berbagai persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi industri perbankan daerah.

Menurutnya, ambisi untuk menjadi bank pembangunan daerah terbaik tidak cukup hanya dengan membangun slogan dan visi besar, tetapi harus dibuktikan melalui kekuatan fundamental, pertumbuhan aset, tata kelola anak perusahaan, serta sistem pengawasan yang mampu mencegah terjadinya fraud.

“Kalau ingin menjadi BPD nomor satu, tentu harus ada pembenahan yang serius. Bukan hanya soal visi, tetapi juga aset, pengembangan bisnis, kepemilikan anak perusahaan, dan pengawasan agar kasus fraud tidak terus menjadi persoalan,” pungkasnya.

 

 

  • Penulis: Helmi Romdhoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Kemendag Lakukan Terobosan  Tingkatkan Ekspor Diversifikasi Rempah Indonesia di  Pasar Dunia

    Kemendag Lakukan Terobosan Tingkatkan Ekspor Diversifikasi Rempah Indonesia di Pasar Dunia

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) terus melakukan terobosan guna meningkatkan ekspor rempah Indonesia di pasar dunia. Rempah merupakan komoditas ekspor yang menjanjikan karena pasarnya terus tumbuh. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan, selaku pembicara kunci pada webinar dengan tema “Strategi Diversifikasi dan Adaptasi Ekspor Rempah Indonesia pada […]

  • Mulai 1 maret, konsumen dikenakan biaya kantong plastik

    Mulai 1 maret, konsumen dikenakan biaya kantong plastik

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2019
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id , Jakarta – Mulai Jumat 1 Maret 2019, pengusaha ritel modern di Indonesia akan memberlakukan program kantong plastik berbayar bagi para konsumen yang berbelanja di mini atau supermarket atau Ritel Modern.

  • PEUGEOT DESIGN LAB Kembali Dipercaya Mendesain Produk Non-Otomotif

    PEUGEOT DESIGN LAB Kembali Dipercaya Mendesain Produk Non-Otomotif

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Peugeot tidak selalu soal dunia otomotif. Kreativitas pabrikan asal Sochaux, Perancis merambah ke industri lain. Tidak berlebihan kalau Peugeot global punya Peugeot Design Lab untuk kreativitas tanpa batas. Sisi Stylish dari desain-desain PEUGEOT juga ternyata diakui tidak hanya di dunia otomotif. Bila sebelumnya PEUGEOT DESIGN LAB dipercaya untuk mendesain sebuah kabin kapal […]

  • Komika Pandji Pragiwaksono Tolak Alasan Ketidaksengajaan Brimob Lindas Ojol

    Komika Pandji Pragiwaksono Tolak Alasan Ketidaksengajaan Brimob Lindas Ojol

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan pernyataan keras yang menyentak publik terkait tragedi tewasnya Afan Kurniawan (21) yang ditabrak dan dilindas mobil Barakuda Brimob. Dalam pernyataannya lewat channel YouTube-nya, Jumat, Pandji menolak mentah-mentah dalih ketidaksengajaan dan menuntut pertanggungjawaban serta perubahan sistemik dari aparat, DPR, hingga Presiden. Pandji membuka pernyataannya dengan menyoroti rekaman video insiden yang […]

  • Sinergi BUMN, PLN Icon Plus dan Pos Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis

    Sinergi BUMN, PLN Icon Plus dan Pos Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Jakarta  –  PLN Icon Plus terus membangun sinergi dengan BUMN. Di momen Summit CEO PT Pos Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Graha Pos Indonesia, Bandung, PLN Icon Plus bersama PT Pos Indonesia sepakat menjalin kerja sama strategis untuk saling memenuhi kebutuhan layanan penunjang bisnis. Kesepakatan kerja sama ditandai dengan seremoni penandatanganan MoU Bisnis B2B […]

  • Federal Oil Kembali Menggelar ” Mechanic Contest & Certification 2024 “

    Federal Oil Kembali Menggelar ” Mechanic Contest & Certification 2024 “

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta  – Dalam dunia otomotif, Mekanik menjadi sangat penting untuk melayani kebutuhan konsumen atau pemilik kendaraan. Melihat hal tersebut,Federal Oil™ yang merupakan lini merek dari PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) dan telah berpengalaman bikin motor pengendara di tanah air pasti makin nyaman kembali menyelenggarakan program tahunan yang rutin diadakan sejak tahun 2017, yaitu […]

expand_less