Menu

Mode Gelap
War Tiket Haji Picu Keresahan, 57 Persen Publik Tolak Wacana Mantan Mendikbud Kritik Wacana Penutupan Prodi: Jangan Korbankan Ilmu Murni Membangun Ekosistem Olahraga Basket Yang Kompetitif Dan Berkelanjutan, Garuda West Gelar Turnamen Kelompok Umur Kementerian Haji Baru Dibentuk, Citra Langsung Hancur di Publik 15 Tuntutan AS versus 10 Tuntutan Iran: Jalan Buntu Antrean Haji 26 Tahun, Sistem War Tiket Bukan Solusi

POLITIK

Antrean Haji 26 Tahun, Sistem War Tiket Bukan Solusi

badge-check


					Foto: Lintang Titian Purbasari/tangkapan layar Perbesar

Foto: Lintang Titian Purbasari/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia saat ini mencatat antrean haji sebanyak 5,7 juta orang dengan kuota tahunan hanya 221.000 jemaah. Di Pulau Jawa, masa tunggu bisa mencapai 40 tahun, menjadikannya salah satu yang terlama di dunia.

Merespons kondisi ini, Kementerian Haji dan Umrah melontarkan wacana sistem war tiket atau first come, first served sebagai alternatif distribusi kuota yang lebih dinamis. Namun, para ekonom INDEF menilai mekanisme ini mengandung risiko serius.

Peneliti INDEF Lintang Titian Purbasari menjelaskan, sistem berbasis kecepatan akses digital justru akan menguntungkan kelompok kaya dan melek teknologi, bukan mereka yang paling membutuhkan.

Lansia, masyarakat di daerah dengan koneksi internet terbatas, dan kelompok ekonomi bawah berisiko tersisih secara struktural.

“Antrian yang panjang bukan kegagalan sistem. Dalam perspektif ekonomi, antrian adalah mekanisme distribusi yang disengaja agar keadilan dijaga melalui waktu tunggu, bukan uang,” ujar Lintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Empat Jalur Konstitusional Turunkan Presiden Dipaparkan di UIN

26 April 2026 - 17:16 WIB

Dua Kunci Ketahanan Iran: Mosaic Defense dan Budaya

26 April 2026 - 15:51 WIB

Akademisi UGM: Ruang Sipil Menyempit, Kampus Jadi Sasaran Baru

26 April 2026 - 11:41 WIB

Populer POLITIK