Menu

Mode Gelap
Kadin: Dunia Usaha “Bertahan Saja Sudah Cukup” di Tengah Tekanan Global Direktur INDEF: Ketahanan Ekonomi RI Masih Rentan Bahlil Tegaskan BBM Subsidi tak Naik, Andalkan Royalti Tambang Buzzer Disebut Pakar sebagai “Ideological State Apparatus” Era Digital Machu Picchu dan Ribuan Spesies Kentang, Pesona Peru yang Tak Terduga UU ITE Dibuat untuk Ekonomi Digital, Bukan Alat Bungkam Kritik

NASIONAL

Mendagri Bersyukur Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Lancar

badge-check


					Mendagri Bersyukur Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Lancar Perbesar

INAnews.co.id,  Jakarta  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2024 telah berjalan dengan aman dan lancar. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja keras untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan aman.

“Saya atas nama Mendagri dan juga Plt. Menko Polhukam mengucapkan terima kasih banyak kepada semua stakeholders sehingga Pemilu 14 Februari 2024 alhamdulillah dapat berjalan lancar dan aman,” kata Mendagri setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 2024 di Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024).

Meskipun Mendagri mengakui terdapat beberapa kekurangan seperti adanya daerah yang belum menggelar pemungutan suara karena banjir, dan adanya potensi konflik seperti di beberapa daerah di Papua, secara umum pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan baik.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan, pemilu di Indonesia merupakan terbesar di dunia lantaran lebih dari 200 juta warga negara menggunakan hak pilihnya sekaligus dalam satu hari. Terlebih pesta demokrasi tersebut tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden, tetapi juga anggota legislatif baik pusat maupun daerah. Hal ini tidak terjadi di negara lain, termasuk Amerika Serikat yang pelaksanaan pemilunya tidak digelar dalam sehari.

“Maka itu salah satu yang paling complicated, paling rumit, memobilisasi orang untuk ke TPS dan memilih, termasuk mobilisasi petugas yang hampir 8 juta dan pengawasnya 800 ribu itu bukan pekerjaan mudah,” ujarnya.

Mendagri juga menilai tidak ada praktik kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif pada Pemilu 2024. Dirinya menyarankan agar berbagai praktik yang dinilai bermasalah dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang sudah diatur sesuai ketentuan. Mendagri juga meminta semua pihak dapat menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU.

“Ada bukti laporkan Bawaslu, tidak puas Bawaslu ada DKPP, nanti pun ada proses lain MK, Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Bahlil Tegaskan BBM Subsidi tak Naik, Andalkan Royalti Tambang

26 Juni 2026 - 11:47 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

24 Juni 2026 - 22:31 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Warga: Sangat Terbantu dan Bangga

24 Juni 2026 - 21:26 WIB

Populer UPDATE NEWS