INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut biaya siluman sebagai salah satu penyebab utama Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dalam menarik investasi industri.
Menurut Bhima, kepala daerah di Vietnam berlomba-lomba menawarkan insentif kepada investor secara langsung dan otonom, mulai dari keringanan pajak hingga jaminan lahan hingga 150 tahun, tanpa harus bergantung pada pemerintah pusat. “Saya pernah hadir di Hanoi, kepala daerahnya pitching ke investor, modelnya seperti startup,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (11/5/2026).
Di Indonesia, kata Bhima, investor justru kerap dihadapkan pada biaya-biaya tidak resmi dalam pengurusan izin, serta persaingan regulasi yang tumpang tindih antara pusat, provinsi, dan daerah. Kondisi itu membuat kepastian hukum bagi investor menjadi sangat rendah.
Bhima menambahkan, sejumlah investor besar—termasuk salah satu dari Korea, sudah menyiapkan seluruh blueprint dan perizinan, namun akhirnya batal berinvestasi karena infrastruktur jalan yang tidak tersambung antara kawasan industri dan pelabuhan.






