Menu

Mode Gelap
LPG Itu Transisi, Bukan Tujuan Peak Emisi 2035 Terancam, Krisis Geopolitik Bikin Dunia Balik ke Fosil Subsidi LPG Bocor 70 Persen Eks Mendikbud Dituntut 18 Tahun, Lebih Berat dari Teroris The Power of Sharing: Mengikat Persaudaraan Lewat “Hadiyyah” Daging Qurban Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun

INDAG

Bhima Yudhistira Adhinegara: RI Kalah dari Vietnam karena Biaya Siluman

badge-check


					Foto: Bhima Yudhistira Adhinegara/tangkapan layar Perbesar

Foto: Bhima Yudhistira Adhinegara/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut biaya siluman sebagai salah satu penyebab utama Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dalam menarik investasi industri.

Menurut Bhima, kepala daerah di Vietnam berlomba-lomba menawarkan insentif kepada investor secara langsung dan otonom, mulai dari keringanan pajak hingga jaminan lahan hingga 150 tahun, tanpa harus bergantung pada pemerintah pusat. “Saya pernah hadir di Hanoi, kepala daerahnya pitching ke investor, modelnya seperti startup,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (11/5/2026).

Di Indonesia, kata Bhima, investor justru kerap dihadapkan pada biaya-biaya tidak resmi dalam pengurusan izin, serta persaingan regulasi yang tumpang tindih antara pusat, provinsi, dan daerah. Kondisi itu membuat kepastian hukum bagi investor menjadi sangat rendah.

Bhima menambahkan, sejumlah investor besar—termasuk salah satu dari Korea, sudah menyiapkan seluruh blueprint dan perizinan, namun akhirnya batal berinvestasi karena infrastruktur jalan yang tidak tersambung antara kawasan industri dan pelabuhan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kunci Keberhasilan Industri Kreatif “ala” Korsel

7 Mei 2026 - 20:46 WIB

UMKM Perempuan Lebih Aktif di E-Commerce ketimbang Laki-laki

22 April 2026 - 13:29 WIB

Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif

20 April 2026 - 18:48 WIB

Populer INDAG