Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

INDAG

Bhima Yudhistira Adhinegara: RI Kalah dari Vietnam karena Biaya Siluman

badge-check


					Foto: Bhima Yudhistira Adhinegara/tangkapan layar Perbesar

Foto: Bhima Yudhistira Adhinegara/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut biaya siluman sebagai salah satu penyebab utama Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dalam menarik investasi industri.

Menurut Bhima, kepala daerah di Vietnam berlomba-lomba menawarkan insentif kepada investor secara langsung dan otonom, mulai dari keringanan pajak hingga jaminan lahan hingga 150 tahun, tanpa harus bergantung pada pemerintah pusat. “Saya pernah hadir di Hanoi, kepala daerahnya pitching ke investor, modelnya seperti startup,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (11/5/2026).

Di Indonesia, kata Bhima, investor justru kerap dihadapkan pada biaya-biaya tidak resmi dalam pengurusan izin, serta persaingan regulasi yang tumpang tindih antara pusat, provinsi, dan daerah. Kondisi itu membuat kepastian hukum bagi investor menjadi sangat rendah.

Bhima menambahkan, sejumlah investor besar—termasuk salah satu dari Korea, sudah menyiapkan seluruh blueprint dan perizinan, namun akhirnya batal berinvestasi karena infrastruktur jalan yang tidak tersambung antara kawasan industri dan pelabuhan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kurban Online Berisiko Kikis Nilai Sosial dan Spiritual

27 Mei 2026 - 21:10 WIB

ARMO Cargo Pengiriman Barang Indonesia-China

26 Mei 2026 - 12:41 WIB

Permintaan Presiden: Deregulasi Dipercepat, Izin Jangan Sampai 2 Tahun

15 Mei 2026 - 10:36 WIB

Populer INDAG