Menu

Mode Gelap
Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun Presiden Tambah Anggaran Rp1 Triliun untuk UMKM 33 Tahun Berkarya, Band TENGKORAK Gambarkan Kekejaman Israel atas Palestina Lewat Lagu “Zionist Downfall” 94 Persen Respons Publik soal Ekonomi Bernada Skeptis Defisit Fiskal Menganga, Kas Negara Menipis di Awal Tahun Ekonomi Indonesia Berlari Kencang, tapi Staminanya Diragukan

POLITIK

Penyelenggaraan Haji 2026: Pastikan Kesiapan Medis dan Gizi Ketat untuk Jemaah

badge-check


					Penyelenggaraan Haji 2026: Pastikan Kesiapan Medis dan Gizi Ketat untuk Jemaah Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, memberikan perhatian serius terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, khususnya terkait perlindungan kesehatan jamaah.

Netty mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap ketersediaan obat-obatan dan standarisasi gizi guna mengantisipasi risiko kesehatan di tanah suci.

Netty menekankan pentingnya audit kesiapan logistik medis, terutama bagi jamaah yang memiliki penyakit bawaan.

“Kami meminta Kemenkes memastikan stok obat-obatan untuk penyakit degeneratif, seperti darah tinggi, jantung, dan diabetes, tidak hanya tersedia dalam jumlah yang cukup, tetapi juga terdistribusi secara merata di tiap kloter. Jangan sampai ada jamaah yang kesulitan mengakses obat rutin mereka saat berada di lapangan,” kata Netty dalam keterangan medianya, Selasa (12/5/2026).

Politisi ini juga menyoroti komposisi jamaah yang masih didominasi oleh kelompok lanjut usia. Menurutnya, visi ‘Haji Ramah Lansia’ yang telah dicanangkan pemerintah harus diimplementasikan secara konkret melalui penguatan personel medis.

“Haji 2026 harus tetap mengusung semangat ‘Haji Ramah Lansia’. Komisi IX menekankan pentingnya pendampingan medis one-on-one atau satu-lawan-satu bagi jamaah dengan kondisi kesehatan yang sangat rentan. Petugas harus proaktif melakukan jemput bola, bukan sekadar menunggu di posko,” imbuhnya.

Selain aspek medis, Netty menaruh perhatian besar pada kualitas asupan makanan jamaah selama 40 hari di Arab Saudi

“Gizi jamaah adalah pondasi utama Kesehatan. Perlu pegawasan ketat standarisasi menu katering agar memenuhi kecukupan kalori dan aspek higienitas yang tinggi. Hal ini sangat krusial untuk menjaga imunitas jamaah agar tetap prima dalam menjalankan rangkaian ibadah yang berat,” jelas Netty.

Menutup pernyataannya, Netty berharap pemerintah dapat belajar dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya agar manajemen kesehatan haji 2026 jauh lebih mitigatif, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi di tanah suci.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun

13 Mei 2026 - 16:37 WIB

Presiden Tambah Anggaran Rp1 Triliun untuk UMKM

13 Mei 2026 - 14:33 WIB

Pengamat Mengomentari Siswa Keracunan MBG di Jaktim

11 Mei 2026 - 08:48 WIB

Populer POLITIK