Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

POLITIK

Membela Presiden, Menyindir Pengkritik Ekonomi

badge-check


					Foto: Adi Prayitno/tangkapan layar Perbesar

Foto: Adi Prayitno/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. Dalam analisisnya, Adi menyampaikan sejumlah catatan tajam atas tiga isu utama yang diangkat Kepala Negara.

Adi mengungkapkan bahwa Presiden menegaskan pemenuhan pangan sebagai fondasi mendasar sebuah bangsa, sehingga program makan bergizi gratis akan terus dilanjutkan meski menuai kritik sebagai pemborosan. Namun Adi tidak segan mengkritisi jalannya program tersebut. Ia mengingatkan bahwa sejumlah pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN) tersangkut kasus hukum, dan banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memenuhi standar. Adi menyebut evaluasi anggaran yang dinilainya sangat besar itu kini tengah dikaji pemerintah bersama DPR.

Poin kedua yang disorot Adi adalah bantahan Presiden terhadap prediksi-prediksi ekonomi yang menyebut Indonesia akan mengalami keterpurukan. Menurut catatan Adi, Presiden justru meyakini fundamental ekonomi nasional dalam kondisi baik di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, Adi tidak serta-merta mengamini klaim tersebut, ia menyerahkan penilaian akhir soal kondisi ekonomi kepada publik, mengisyaratkan bahwa optimisme pemerintah masih perlu diuji oleh fakta di lapangan.

Isu ketiga yang dibahas Adi adalah komitmen Presiden menuntaskan persoalan kemiskinan, pengangguran, akses lapangan kerja, hingga kesejahteraan guru. Adi menilai persoalan-persoalan tersebut bukan hal baru, melainkan pekerjaan rumah yang juga membebani pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Ia mencatat Presiden menegaskan hal itu sebagai prioritas ke depan, menjelang genap dua tahun masa jabatannya pada Oktober mendatang.

Adi menutup analisisnya dengan menyerahkan penilaian isi taklimat tersebut sepenuhnya kepada publik, seraya menyebut silang pendapat dalam merespons pernyataan pemimpin sebagai hal wajar dalam demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Anggaran MBG Jangan Gerus Dana Pendidikan

21 Juli 2026 - 23:59 WIB

Koperasi Merah Putih Diklaim Hemat Ratusan Triliun Rupiah

21 Juli 2026 - 18:56 WIB

Danantara Rampingkan 250 BUMN, Hemat Rp50 Triliun

21 Juli 2026 - 10:51 WIB

Populer POLITIK