News Feed
light_mode
Trending Tags

Pidato AHY soal Kekuasaan Bersifat Normatif

  • account_circle Robi
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Adi Prayitno buka suara soal pidato Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi sorotan publik. Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat, Sabtu lalu.

Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Senin (7/9/2026), Adi menilai pidato AHY telah menuai beragam respons dari publik, mulai dari pihak yang pro, kontra, hingga yang menafsirkannya sebagai pesan politik yang diarahkan kepada kelompok tertentu.

“Ada tiga pernyataan AHY yang hingga saat ini menjadi sorotan diperbincangkan oleh publik dan tentu mendapatkan respon yang cukup beragam,” ujar Adi.

Adi merinci tiga poin utama dalam pidato AHY. Pertama, AHY menegaskan bahwa kekuasaan tidak dimiliki seseorang untuk selama-lamanya, melainkan merupakan amanat rakyat yang memiliki batas waktu.

“AHY mengatakan bahwa kekuasaan itu bukan milik seseorang untuk selama-lamanya. Tapi kata AHY, kekuasaan itu adalah amanat dari rakyat dan tentu amanat itu ada batasnya,” kata Adi menirukan pernyataan AHY.

Kedua, AHY menekankan pentingnya menjaga amanat rakyat agar tidak dihalang-halangi atau dibatasi, karena prinsip demokrasi harus ditegakkan di atas segala hal. Menurut Adi, AHY menyebut demokrasi bukan sekadar aspek prosedural, tetapi juga mensyaratkan pemerintahan yang kuat, responsif, bertanggung jawab kepada masyarakat, serta memiliki penegakan hukum yang kredibel dan dipercaya, ditopang masyarakat sipil yang bebas dan mekanisme check and balances.

Ketiga, AHY menyatakan bahwa kekuasaan pada saat bersamaan harus terbuka terhadap kritik, termasuk menjaga amanat reformasi dan menghadirkan pemilu yang kompetitif, jujur, dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menanggapi ramainya perbincangan publik, Adi menegaskan bahwa secara umum pernyataan AHY bersifat normatif dan retoris, tanpa tendensi maupun pesan spesifik yang ditujukan kepada pihak atau kelompok kepentingan politik tertentu.

“Semuanya umum, semuanya normatif dan tentu saja pernyataan AHY itu adalah pernyataan yang sangat retoris,” ujarnya.

Menurut Adi, hal itu wajar mengingat posisi AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang perlu menyampaikan pandangan terbuka soal batas kekuasaan sebagai mandat rakyat.

Meski demikian, Adi tidak menampik bahwa diksi soal “kekuasaan bukan milik seseorang tertentu dan tidak untuk selama-lamanya” ditafsirkan sebagian publik sebagai sindiran kepada faksi kekuatan politik Solo, yang belakangan dinilai aktif melakukan konsolidasi dan safari politik untuk membesarkan sosok maupun partai tertentu.

“Ini seakan-akan ingin memberikan pesan politik khususnya kepada salah satu faksi dan kekuatan politik di negara kita,” kata Adi, merujuk pada anggapan yang beredar di ruang publik.

Ia menjelaskan, spekulasi tersebut muncul karena faksi Solo sebelumnya disebut akan mundur dari hiruk-pikuk politik, namun pada kenyataannya tetap aktif berkonsolidasi, termasuk kemungkinan mempersiapkan diri sebagai kontestan pada Pemilu 2029. Kondisi ini kemudian dikait-kaitkan dengan rivalitas tak kasatmata antara faksi Solo dan faksi kekuatan politik Cikeas, mengingat AHY dianggap sebagai representasi Cikeas.

“Namanya juga publik, namanya juga medsos, pasti ada soal hal-hal yang sifatnya rivalitas dan sering dihadap-hadapkan satu sama yang lain,” ucap Adi.

Ia menambahkan bahwa desas-desus tersebut juga dikaitkan dengan persaingan pengaruh untuk mendampingi kekuatan politik yang saat ini berkuasa sebagai calon wakil presiden pada kontestasi mendatang, meski Adi memilih tidak menyebut nama secara spesifik.

Adi juga mencatat adanya pandangan sebagian pihak yang menilai pernyataan AHY tidak mungkin ditujukan sebagai sindiran kepada faksi Solo. Alasannya, AHY pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan sebelumnya, meski masa jabatannya kala itu relatif singkat karena berada di ujung periode kekuasaan.

“Publik juga menganggap bahwa politik di negara kita itu cair dan bahkan meleleh. Hari ini teman, hari ini juga kawan, besok itu bisa saling berhadap-hadapan satu sama lainnya,” ujar Adi.

Sebagai penutup, Adi menegaskan bahwa terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, esensi pidato AHY adalah pengingat bahwa kekuasaan memiliki batas dan merupakan amanat rakyat, sejalan dengan aturan konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, dan wali kota maksimal dua periode.

“Dalam banyak hal AHY sebenarnya ingin mengingatkan kekuasaan itu ada batasnya dan kekuasaan itu adalah amanat rakyat,” pungkas Adi, sembari menyerahkan penafsiran akhir pernyataan tersebut kepada publik.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Hadapi Covid-19, Mensos RI Minta LKKS Tingkatkan Sosialisasi dan Edukasi

    Hadapi Covid-19, Mensos RI Minta LKKS Tingkatkan Sosialisasi dan Edukasi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram – Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P. Batubara meminta seluruh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di daerah masing-masing dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia pun mengatakan, dalam kondisi pandemi ini, semangat gotong royong tidak boleh hilang dari diri kita. “Saya berharap teman-teman-teman di lapangan, seluruh […]

  • IKS PI Kera Sakti Bogor Raya Lantik Pengurus Tiga Wilayah

    IKS PI Kera Sakti Bogor Raya Lantik Pengurus Tiga Wilayah

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Bogor – IKS.PI (Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia) Kera Sakti Cabang Bogor Raya melantik para pengurus Ranting wilayah Jonggol, Cileungsi dan Cibungbulang.

  • Kemendagri Dorong Kesiapan Pemda dalam Pelaksanaan Tahapan Pilkada dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

    Kemendagri Dorong Kesiapan Pemda dalam Pelaksanaan Tahapan Pilkada dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong kesiapan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan setiap tahapan Pilkada dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu disampaikan Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD, Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Budi Santosa dalam Video Conference Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu) terkait Penerapan Protokol Kesehatan pada Pilkada […]

  • Polda Jawa Timur Berhasil Membongkar Kejahatan Investasi Bodong

    Polda Jawa Timur Berhasil Membongkar Kejahatan Investasi Bodong

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Surabaya  –  Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur berhasil membongkar kejahatan investasi bodong melalui aplikasi bernama Memiles, dengan omzet ratusan miliar rupiah. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan aplikasi yang diketahui baru beroperasi selama delapan bulan dan  telah meraup keuntungan sebanyak Rp.750 miliar dari sekitar 264  member. Luki mengatakan, investasi bodong ini […]

  • Menkop UKM : Penerima Program Bansos Naik Kelas Menjadi Usaha Mikro

    Menkop UKM : Penerima Program Bansos Naik Kelas Menjadi Usaha Mikro

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Bandung – Program-program Bantuan Sosial (Bansos) yang digulirkan pemerintahan Presiden Jokowi mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.  Salah satunya adalah program Kewirausahaan Sosial yang digulirkan Kementerian Sosial RI. Sudah banyak penerima program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah graduasi mandiri. “Saya melihat langsung keberhasilan program PKH di lapangan, dimana penerima PKH […]

  • Prabowo di Konferensi Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina

    Prabowo di Konferensi Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution atau Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika […]

expand_less