Buruh Ancam Kepung dan Duduki Gedung DPR
- account_circle Robi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) melayangkan ancaman keras kepada DPR dan pemerintah. Jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja yang tengah digodok DPR tidak berpihak pada buruh, mereka menyiapkan gelombang massa besar untuk mengepung Ibu Kota.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Karel, menyampaikan ancaman itu secara terbuka dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2026).
“Jika DPR dan pemerintah tidak memberikan yang terbaik dalam hal undang-undang perlindungan yang pro-buruh, RUU Perlindungan Pekerja ini, kami akan mengerahkan kurang lebih 200 ribu orang untuk mengepung Jakarta,” tegasnya.
Karel bahkan menyebut kemungkinan aksi tersebut akan berlangsung lama jika tuntutan buruh tak dipenuhi.
“Kami akan mengepung gedung DPR, dan jika perlu kami akan duduki. Mungkin kami akan bertahan di sana selama satu bulan,” ujarnya, sembari meminta media menuliskan secara tegas ancaman tersebut.
Peringatan senada disampaikan Ketua Umum Federasi Perjuangan Buruh Indonesia, Herman. Ia mengingatkan DPR agar tidak mengulang kesalahan yang membuat Omnibus Law Cipta Kerja akhirnya digugat dan dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi.
“Itu yang paling memalukan bagi DPR. Mereka seharusnya orang-orang yang berilmu… tapi dalam praktiknya, ketika membuat undang-undang, mereka justru banyak melanggar konstitusi kita, UUD 1945,” katanya.
Herman menambahkan, buruh sudah menyiapkan dua skenario begitu RUU disahkan: syukuran bersama, atau justru gelombang demonstrasi lanjutan.
“Akan ada dua kemungkinan hasil: kami akan menggelar syukuran, atau menggelar demonstrasi berseri di masa depan jika itu tidak sejalan dengan aspirasi kami,” ujarnya.
Ancaman serupa juga datang dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Mukhtar Guntur, yang menyebut aksi regional besok adalah tahap awal sebelum gelombang massa dari pabrik-pabrik bergerak ke Jakarta.
“Jika DPR dan pemerintah tidak menghiraukan tuntutan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, maka buruh dari pabrik hingga kota pada akhirnya akan mengepung ibu kota Jakarta,” tegasnya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar