Investasi RI Kalah Cepat dari Vietnam
- account_circle Robi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Todotua Pasaribu, dok. tribunnews
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengakui siklus investasi di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan Vietnam, meski pemerintah tengah gencar mendorong hilirisasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“Di negara kita ini cycle investasi kita ini masih 4,5 tahun, Pak. Bahkan ada yang lebih daripada itu. Karena kenapa? Kita punya pelayanan perizinan yang bertele-tele,” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Ia membandingkan dengan Vietnam yang menurutnya hanya butuh waktu 1-2 minggu bagi investor untuk mulai membangun. Todotua juga secara terbuka mengakui praktik pungutan liar membebani biaya investasi dari hulu ke hilir. “Saya pernah lihat data premanisme ini ngimpact mulai dari Kapex sampai OPEX dari investasi… ini memang harus kita reform,” katanya.
Meski begitu, ia mengklaim pemerintah telah mempercepat sejumlah perizinan lewat skema fiktif positif berbasis PP 28/2025, dengan 287 dari 560 jenis izin telah diberlakukan. Todotua juga menyoroti timpangnya kualitas investasi asing dan domestik akibat rasio ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia yang masih tinggi dibanding Vietnam. “Serapan realisasi investasi kita dengan Vietnam kurang lebih hampir sama, tetapi ICOR mereka rendah sehingga create value-nya mereka jauh lebih besar daripada kita,” ujarnya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar