INKOPPAS Sebut Pasar Rakyat Kembali Ramai berkat Program MBG
- account_circle Robi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Andrian Lame Muhar (berjaket hitam)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah keluhan soal kenaikan harga pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru dinilai membawa dampak positif bagi geliat transaksi di pasar rakyat. Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lame Muhar, mengatakan banyak vendor penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini berbelanja langsung ke pasar rakyat.
“Sekarang ada program pemerintah yang lagi marak yaitu MBG. Jadi pasar kami itu juga ramai dengan vendor-vendor yang membeli pangan untuk memenuhi kebutuhan SPPG yang ada di daerah-daerah tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Lame mengingatkan potensi risiko apabila vendor SPPG lebih memilih membeli langsung ke petani di tingkat hulu, sehingga pasokan ke pasar rakyat berkurang.
“Yang kami takutkan apabila para vendor-vendor SPPG ini belinya langsung ke petani. Sehingga pasokan dari hulunya berkurang, yang masuk ke pasar sedikit, ada rebutan di hulu. Harga di pasar rakyat di hilir naik, bahan-bahan pangan tersebut juga langka,” paparnya.
Ia menyebut kondisi serupa sempat terjadi di Kalimantan, di mana harga pangan naik signifikan akibat aksi borong oleh SPPG. “Misalnya harga yang kemarin saya lihat di Kalimantan itu kan bisa naik sampai 10.000-15.000. Nah itu masyarakat itu mengeluhkan terhadap MBG itu karena main borong saja,” katanya.
Lame menegaskan hingga saat ini INKOPPAS belum menerima laporan kelangkaan bahan pangan di pasar-pasar rakyat anggotanya. “Sampai saat ini sih Koperasi Pedagang Pasar tidak menerima keluhan itu ya. Karena bahan-bahan pangan masih ada stok di pasar-pasar rakyat kami, tidak sampai langka seperti itu,” tuturnya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar