Menu

Mode Gelap
Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi Potensi Asian Tenggara Jadi Kekuatan Penanganan Perubahan Iklim Global Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

POLITIK

INDEF: Pemerintah Harus “Tancap Gas” Belanja di Triwulan I 2026

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom mendesak pemerintah membelanjakan anggaran secara masif di triwulan pertama 2026 untuk memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran serta mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

“Jangan belanjanya di triwulan IV, sudah lewat momentum. Justru semester 1 harus dikebut. Kalau bisa 50 persen dari anggaran Rp3.000 triliun dibelanjakan di semester 1, target 5,4 persen akan realistis,” ujar Eko Listiyanto.

INDEF mengidentifikasi tiga aspek yang harus dijaga di triwulan I: pertama, stabilitas moneter melalui pengendalian daya beli, inflasi, dan nilai tukar rupiah. Inflasi Januari 2026 yang mencapai 3,55 persen sudah mendekati batas atas target 3,5 persen.

Kedua, percepatan belanja fiskal yang lebih optimal dibanding tahun lalu yang terganggu kebijakan efisiensi di awal tahun.

Ketiga, mitigasi gejolak geopolitik global yang di luar kontrol pemerintah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dengan China, Uni Eropa, dan Timur Tengah.

Terkait suku bunga, INDEF memperkirakan Bank Indonesia akan menahan BI Rate di 4,75 persen dalam beberapa bulan ke depan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.

“Penginnya bunga bisa ditekan, tapi situasinya tidak mungkin. Apalagi ditambah inflasi 3,55 persen di atas target. BI harus fokus stability first,” kata Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi

16 April 2026 - 23:59 WIB

Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

16 April 2026 - 19:49 WIB

Sahkan RUU PPRT

16 April 2026 - 13:14 WIB

Populer NASIONAL