INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, menyebut ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus 2028 sebagai mission impossible. Penilaian itu disampaikan Amien melalui kanal YouTube pribadinya, Selasa (5/5/2026).
Amien menilai tantangan terberat Prabowo saat ini adalah memastikan IKN yang telah menelan anggaran negara sebesar Rp85 triliun sepanjang 2022–2024 tidak mangkrak dan benar-benar berfungsi sebagai ibu kota Indonesia.
“Tidak berlebihan kalau saya katakan keinginan Pak Prabowo untuk berkantor di IKN Nusantara menjadi mission impossible,” ujarnya.
Gedung Lembaga Tinggi Negara Belum Rampung
Syarat utama kepindahan ibu kota, menurut Amien, adalah tuntasnya pembangunan kompleks gedung legislatif dan yudikatif. Prabowo sendiri, pada 13 Januari 2026, menyatakan menghendaki kompleks MPR, DPR, DPD, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi selesai dalam tiga tahun. Sementara kebutuhan lahan untuk markas besar TNI AD, AL, dan AU saja diperkirakan mencapai 4.500 hektar—belum termasuk gedung-gedung lembaga negara lainnya.
Topografi Berbukit dan Rawan Banjir
Amien mengaku pernah langsung mengunjungi kawasan IKN dan mengamati kondisi lapangan dari dekat. Ia mencatat tanahnya bersifat gembur, berbukit-bukit, dan tidak rata. Sejumlah sungai kecil di tengah kawasan dinilainya berpotensi menimbulkan masalah saat musim hujan—sebagaimana terlihat dari banjir lumpur yang kerap menggenangi jalan-jalan dan landasan pacu bandara IKN.
Kritik terhadap Jokowi soal Investasi
Amien turut menyinggung kepemimpinan mantan Presiden Joko Widodo dalam proyek IKN. Ia mengkritik pernyataan Jokowi pada September 2023 yang mengklaim ratusan investor asing—30 dari Korea Selatan, 40 dari Jepang, dan 120 dari Singapura—sudah antre berinvestasi di IKN. Amien menyebut klaim itu tidak terbukti di lapangan, dan mestinya Jokowi segera sadar bahwa proyek IKN tidak bankable sejak Jepang membatalkan investasinya pada Maret 2022.
Siap Minta Maaf jika Salah
Di akhir pernyataannya, Amien membuka ruang untuk koreksi. Ia menyatakan, apabila Kepala Otorita IKN Basuki Hadimulyono berhasil mewujudkan keinginan Prabowo berkantor di IKN hingga akhir masa jabatannya, dirinya siap bersujud syukur dan meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia.
“Berarti saya keliru,” katanya.






