Transformasi Polri: Strategi Jenderal Listyo Sigit Lindungi Korban Rentan dan Usut Korupsi
- account_circle Helmi Romdhoni
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

B. Ir.R.Haidar Alwi, MT , Founder Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute (foto ; INAnews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta — Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai melahirkan transformasi kelembagaan Polri yang fundamental dan berdampak jangka panjang.
Langkah ini dinilai melampaui program jangka pendek lewat penguatan struktur pelayanan hukum bagi masyarakat rentan.
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, menyoroti tiga inovasi utama yang menjadi fondasi baru Polri: pembentukan struktur PPA-PPO, Kortastipidkor, dan Desk Ketenagakerjaan.
Tiga Inovasi Utama Kelembagaan Polri
- Ditres/Satres PPA dan PPO: Melalui Perpres No. 20/2024 dan Perpol No. 13/2024, penanganan kasus perempuan, anak, dan perdagangan orang kini berdiri sebagai direktorat khusus (Dittipid PPA dan PPO). Penguatan ini merambah hingga tingkat Polda dan Polres untuk mendekatkan penyidik khusus dengan korban kekerasan domestik maupun tindak pidana perdagangan orang.
- Kortastipidkor: Dibentuk lewat Perpres No. 122/2024, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi kini bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Struktur ini berfokus pada tiga poros utama: pencegahan, penindakan, serta penelusuran dan pengamanan aset negara.
- Desk Ketenagakerjaan: Diluncurkan pada Januari 2025 di bawah Dittipidter Bareskrim, fasilitas ini menjadi saluran terintegrasi bagi para pekerja untuk menyelesaikan aduan industrial, hak ketenagakerjaan, hingga penindakan pidana.
Penguatan Struktur Siber dan Operasional
Selain tiga pilar utama tersebut, Polri juga memperkuat operasional daerah melalui pembentukan Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) di tingkat Polda, restrukturisasi Korbrimob lewat Pasbrimob regional, serta peningkatan status Asops dan Asrena menjadi Astamaops dan Astamarena.
Haidar Alwi menekankan bahwa tantangan utama ke depan adalah menjaga jaminan keberlanjutan struktur ini melalui regulasi yang permanen, alokasi anggaran memadai, serta peningkatan kapasitas SDM di seluruh daerah.
- Penulis: Helmi Romdhoni

Saat ini belum ada komentar