News Feed
light_mode
Trending Tags

Kunjungi Kota Sejong Korsel, Bamsoet Tegaskan Pemindahan Ibu Kota Negara Butuh Komitmen Bersama

  • account_circle S Edy
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, SEJONG – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Indonesian Korea Network (IKN) menuturkan Korea Selatan (Korsel) memiliki sejarah panjang dalam memindahkan Ibu Kota Administratif dari Seoul ke Sejong. Ide awal pembangunan dan pemindahan Ibu Kota dari Seoul ke Sejong diawali pada tahun 2002 oleh calon Presiden Roh Moo-hyun, di tengah Pemilu Presiden ke-16. Beberapa alasannya, selain untuk memperluas pemerataan pembangunan di Korsel serta mengurai kepadatan penduduk, Seoul dinilai terlalu dekat dengan Korea Utara yang berjarak sekitar 40 Km dari perbatasan, sehingga terancam sangat mudah diserang. Saat terpilih memimpin Korea, Presiden Roh Moo-hyun secara serius mewujudkan idenya tersebut.

“Selama memimpin Korsel sejak 25 Februari 2003 sampai 24 Februari 2008, Presiden Roh Moo-hyun senantiasa berusaha mewujudkan janji kampanyenya untuk memindahkan Ibu Kota dari Seoul. Jalan yang dilalui tidak mudah karena harus menghadapi penolakan dari oposisi pemerintahan. Bahkan pada tahun 2004, Undang-Undang Khusus tentang Pembentukan Ibu Kota Administratif Baru untuk merelokasi Seoul sebagai ibu kota Republik Korea, sampai dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi Korea,” ujar Bamsoet usai meninjau perkembangan pembangunan Kota Sejong, Korea Selatan, Jumat (6/5/2022).

Bamsoet diterima secara langsung oleh pimpinan (Administrator) National Agency for Administrative City Construction (NAACC)/Kepala Otorita Nasional Pembangunan Kota Sejong, Mr Park Mooik serta dua anggota parlemen Korea Mr Hong Seong-guk dan dan Mr Kang Joon-hyun.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, selain menghadapi penolakan pemindahan Ibu Kota, Presiden Roh Moo-hyun juga harus menghadapi berbagai masalah politik di dalam negeri. Hingga akhirnya wafat di usia 62 tahun setelah terjun bebas dari jurang pegunungan di belakang rumahnya di Desa Bongha. Menurut pengacaranya, Presiden Roh Moo-hyun meninggalkan catatan yang mengatakan bahwa hidupnya ‘sulit’ dan meminta maaf telah ‘membuat banyak orang menderita’.

“Namun ide awal pemindahan Ibu Kota Korsel dari Seoul ke Sejong tersebut yang awalnya banyak ditentang oleh berbagai pihak, pada akhirnya menjadi legacy besar bagi Presiden Roh Moo-hyun. Hingga akhirnya secara resmi kenegaraan, proses pembangunan dan pemindahan Ibu Kota dari Seoul ke Sejong bisa resmi dimulai pada tahun 2005 dengan ditandai pengesahan Undang-Undang Khusus tentang Pembangunan Kota Administratif,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, proses pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Sejong berlanjut pada tahun 2005, pemerintah Korsel membentuk National Agency for Administrative City Construction (NAACC), sebuah organisasi dibawah Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea, yang bertugas mengawal proses pembangunan dan pemindahan kementerian dan lembaga negara dari Seoul ke Sejong. Pada tahun 2007, dilakukan ground-breaking pembangunan Kota Sejong. Kemudian pada tahun 2012, Sejong Special Self-governing City (Local Government) secara resmi diluncurkan oleh pemerintah Korsel.

“Pemindahan berbagai kementerian/lembaga negara dari Seoul ke Sejong dimulai secara bertahap dari 2012 hingga target selesai direlokasi pada 2030. Jika dihitung sejak ground breaking pembangunan yang dilakukan pada tahun 2007, menunjukan bahwa Korea membutuhkan waktu sekitar 23 tahun. Namun jika dihitung lebih jauh sejak ide awal pembangunan dan pemindahan yang dicetuskan oleh Presiden Korea Roh Moo-hyun di tahun 2002, menunjukan bahwa Korsel membutuhkan 28 tahun untuk menyelesaikan pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Administratif dari Seoul ke Sejong,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menekankan, pengalaman Korsel tersebut menjadi pelajaran besar bagi Indonesia yang saat ini juga sedang berjuang membangun dan memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Bahwa proses pembangunan dan pemindahan ibu kota tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu sekejap. Butuh komitmen dan konsistensi bersama, khususnya dari satu periode pemerintahan ke pemerintahan penggantinya.

“Kota Sejong memiliki konsep smart city yang telah memiliki standar internasional. Tidak sekadar menjadi Ibu Kota Administratif dan juga tujuan destinasi wisata bagi para turis, Kota Sejong juga dikembangkan dengan visi menjadi Smart City, dengan mengusung Smart Environment, Smart Energy, Smart Transport, Smart Infrastructure, dan Smart Energy. Penerapannya antara lain dilakukan dengan menyiapkan 52,4 persen lahan terbuka hijau, dan 25 persen new renewable energy. Transportasi publiknya dikembangkan dengan menyiapkan kendaraan berbahan bakar hidrogen, listrik, hingga autonomous vehicles,” pungkas Bamsoet.

  • Penulis: S Edy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Baca Juga

  • Car Air Purifier Aspira Exposio Membuat Udara Dalam Kabin Mobil Jadi Sehat

    Car Air Purifier Aspira Exposio Membuat Udara Dalam Kabin Mobil Jadi Sehat

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Aspira Exposio yang merupakan salah satu merek suku cadang dengan kualitas Astra bekerja sama dengan PT Astra Komponen Indonesia yang merupakan salah satu anak usaha PT Astra Otoparts Tbk meluncurkan Car Air Purifier. Alat pemurni udara dari debu dan virus yang dapat digunakan di dalam kabin mobil, sehingga menjamin kualitas udara yang […]

  • Mendagri Minta Kepala Daerah Pahami Regulasi Agar Tak Terjerat Kasus Korupsi

    Mendagri Minta Kepala Daerah Pahami Regulasi Agar Tak Terjerat Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Kepala Daerah pahami regulasi dan Undang-Undang. Dengan memahami dan patuh terhadap regulasi, kepala daerah diharapkan tak terjerat kasus hukum termasuk kasus tindak pidana korupsi (tipikor). “Seharusnya jadi kepala daerah itu semua regulasi dan aturan harusnya tau, mana yang melanggar mana yang tidak,” kata Tjahjo usai menghadiri […]

  • Seorang WNI Jadi Korban Kerusuhan di Bangladesh, Kemlu Imbau Ini

    Seorang WNI Jadi Korban Kerusuhan di Bangladesh, Kemlu Imbau Ini

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiarkan bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) dengan inisial DU meninggal dunia, akibat menghirup terlalu banyak asap karena hotel tempat almarhum menginap terbakar di tengah-tengah kerusuhan. “KBRI Dhaka menerima informasi mengenai WNI a.n. DU yang meninggal dunia di Jashore, Bangladesh pada 5 Agustus 2024,” demikian dikutip laman […]

  • Luminor Hotel Rayakan Hut DKI Jakarta 494 Dengan Gelar Paket Menginap dan Pesta Makanan Betawi Sepuasanya

    Luminor Hotel Rayakan Hut DKI Jakarta 494 Dengan Gelar Paket Menginap dan Pesta Makanan Betawi Sepuasanya

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle Adin
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Juni merupakan bulan yang spesial bagi warga Jakarta, karena di bulan ini, DKI Jakarta akan merayakan ulang tahun yang ke – 494. Serangkaian kegiatan akan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta guna memeriahkan ulang tahun tersebut. Banyak industri yang menghadirkan beragam kegiatan dan promo untuk meramaikan moment spesial ini, salah satunya adalah […]

  • Alexander Wenas Sebut MJL dan MDT, Adalah Pasangan Yang Paripurna

    Alexander Wenas Sebut MJL dan MDT, Adalah Pasangan Yang Paripurna

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Resa R
    • 0Komentar

      INAnews.co.id Bitung– Maximiliaan J Lomban (MJL) sebagai Calon Wali Kota Bitung nomor urut 1, menggelar kampanye terbatas yang bertempat di Kecamatan Matuari Kelurahan Sagerat, Sabtu 03 Oktober 2020. Saat berkampanye MJL didampingi oleh ketua tim kampanye Ramlan Irfan, anggota DPRD kota Bitung dari partai Nasdem Yondries Kansil, dan juga Alexander Wenas. MJL dalam orasi […]

  • DEN: Regulasi Energi Sudah Ada, Kini Saatnya Bergerak Bersama

    DEN: Regulasi Energi Sudah Ada, Kini Saatnya Bergerak Bersama

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Surabaya– Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemangku kepentingan, Prof Joni Jonathan Numberi, menegaskan bahwa seluruh regulasi yang dibutuhkan untuk transisi energi, dari undang-undang hingga peraturan daerah, telah tersedia. Yang kini dibutuhkan adalah kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan perguruan tinggi untuk menggerakkannya bersama. Penegasan itu disampaikan dalam Sarasehan […]

expand_less