Menu

Mode Gelap
Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun Presiden Tambah Anggaran Rp1 Triliun untuk UMKM 33 Tahun Berkarya, Band TENGKORAK Gambarkan Kekejaman Israel atas Palestina Lewat Lagu “Zionist Downfall” 94 Persen Respons Publik soal Ekonomi Bernada Skeptis Defisit Fiskal Menganga, Kas Negara Menipis di Awal Tahun Ekonomi Indonesia Berlari Kencang, tapi Staminanya Diragukan

BUDAYA

Kerendahan Hati dan Keberanian Berpendapat dalam Kanvas: Rudy Harjanto di Idiosinkrasi

badge-check


					Kerendahan Hati dan Keberanian Berpendapat dalam Kanvas: Rudy Harjanto di Idiosinkrasi Perbesar

Bandung, INAnews – Galeri Seni Lorong Senja, Jalan Cijagra 3 No. 62, Buahbatu, Bandung, menghadirkan pameran seni rupa bertajuk Idiosinkrasi” yang berlangsung mulai 1 September hingga 1 November 2025.

Pameran ini mempertemukan delapan seniman Bandung bersama Rudy Harjanto, staf pengajar LSPR Institut Komunikasi dan Bisnis Jakarta, dalam satu ruang apresiasi seni yang kaya warna dan makna. Pameran dikuratori oleh Lutfa Mahmuda.

Mengangkat tema Idiosinkrasi atau kekhasan individu, pameran ini menegaskan bagaimana perbedaan cara pandang dan ekspresi artistik justru melahirkan harmoni visual.

Para seniman yang terlibat antara lain Dede Priana, Supriatna, Gustiyan Rachmadi, Andy Sopiandi, Tondy Hasibuan, Moya Kamaruddin, dan Tsabita Aqlimah, bersama Rudy Harjanto yang hadir sebagai representasi akademisi sekaligus praktisi seni.

Rudy menampilkan tiga karya berjudul Naga, Hibiscus, dan Sunflower. Ketiga lukisan tersebut ditandai dengan warna-warna ceria yang menjadi simbol kerendahan hati dalam menerima perbedaan serta keberanian untuk mengutarakan pendapat.

Menurutnya, seni adalah bentuk komunikasi yang tidak sekadar menyajikan estetika, tetapi juga membangun dialog antarindividu. Ia mengaitkan karyanya dengan pemikiran Niklas Luhmann, sosiolog Jerman, yang menekankan pentingnya komunikasi dalam menyelaraskan perbedaan pandangan.

Setiap karya menghadirkan ciri khas berbeda, namun justru dalam keberbedaan itulah terbangun percakapan visual yang kaya,” ujar kurator Lutfa Mahmuda.

Pameran Idiosinkrasi terbuka untuk umum hingga 1 November 2025. Melalui pertemuan seni ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati keberagaman ekspresi visual, tetapi juga merefleksikan makna komunikasi, kerendahan hati, dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Membantah OMS tak Transparan

8 Mei 2026 - 20:09 WIB

Budaya tak Habis Diproduksi, Nilainya Terus Berlipat

7 Mei 2026 - 22:12 WIB

Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

1 Mei 2026 - 18:45 WIB

Populer PENDIDIKAN