RI Diminta Belajar dari Vietnam Bangun Pusat Finansial
- account_circle Robi
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia disarankan mengambil pelajaran dari Vietnam dalam merancang strategi PFI agar mampu bersaing dengan pusat keuangan internasional yang sudah mapan seperti Dubai dan Singapura. Prof. Telisa Aulia Falianty mengatakan Vietnam sempat diragukan investor global saat pertama kali meluncurkan pusat finansialnya, namun tetap berhasil menarik minat karena memiliki keunikan tersendiri.
“Investor tuh meragukan sebenarnya Vietnam mau ngapain sih, membangun ini. Sedangkan ada Singapura yang sudah jelas dipercaya,” ujar Telisa mencontohkan diskusi antara pengurus PFI Vietnam dengan investor global, dalam wawancara dengan INDEF, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, Vietnam berhasil meyakinkan pasar dengan menonjolkan keunggulan di sektor manufaktur berbasis ekspor yang tengah menjadi favorit investasi asing langsung (FDI), sekaligus memadukannya dengan pertumbuhan sektor pariwisata seperti di Ho Chi Minh.
Dari pengalaman itu, Telisa menegaskan Indonesia perlu menemukan “tag” atau identitas khasnya sendiri agar tidak sekadar menjadi peniru Singapura maupun Dubai.
“Indonesia apa nih tag-nya? Jadi kita juga harus punya tag-nya,” kata Telisa.
Ia mengusulkan agar Indonesia mengangkat identitas sebagai pusat keuangan syariah dan hijau dunia, mengingat besarnya populasi Muslim serta kekayaan proyek hijau di dalam negeri. Selain itu, ia menyoroti pentingnya reformasi sistem hukum seperti yang dilakukan Dubai, termasuk standardisasi bahasa internasional dan penerapan hukum internasional dalam penyelesaian sengketa, sebagai kunci kepercayaan investor asing.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar