Swap BI Ciptakan Utang Kontinjensi Raksasa
- account_circle Robi
- calendar_month Senin, 27 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom senior Ferry Latuhihin memperingatkan bahwa skema swap lindung nilai yang ditawarkan Bank Indonesia (BI) kepada investor asing dan importir berpotensi menimbulkan beban kewajiban kontinjensi (contingent liabilities) dalam jumlah besar bagi cadangan devisa negara.
Dalam podcast di kanal YouTube-nya yang tayang Jumat (24/7/2026), Ferry memperkirakan posisi swap BI saat ini mencapai sekitar 28 miliar dolar AS, sementara cadangan devisa nasional berada di kisaran 145 miliar dolar AS. “Itu 20 persen loh dari cadev kita ya di 28 miliar US Dollar ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, skema serupa juga berlaku untuk importir yang membutuhkan mata uang yuan Tiongkok, di mana BI menawarkan kontrak jual-beli dengan swap rate dan bonus tambahan yang tampak menguntungkan di awal. Namun, Ferry mengingatkan risiko besar bila nilai tukar bergerak berlawanan dari perkiraan kontrak.
“Kalau nanti harga renminbi Rp3.000, Anda mampus sebagai importir tentunya, karena Anda harus membeli di harga itu dan menjualnya karena kontrak dengan BI di harga 2.799,” katanya.
Menurut Ferry, kebijakan ini pada dasarnya hanya menunda tekanan terhadap rupiah, bukan menghilangkannya. “Apa yang dilakukan oleh BI cuma menunda pembelian ke tahun depan, tapi tidak menghilangkan,” ujarnya, seraya menyebut skema itu berisiko memicu serangan spekulatif dari hedge fund bila swap tersebut jatuh tempo.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar