News Feed
light_mode
Trending Tags

Cara Kerja Survei Opini Publik

  • account_circle Robi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Pengamat politik Adi Prayitno mengulas secara mendalam mengenai posisi dan fungsi survei opini publik dalam dinamika politik Indonesia. Penjelasan tersebut disampaikan Adi lewat kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Ahad (6/9/2026).

Dalam paparannya, Adi mengawali dengan menyoroti bahwa kajian politik secara historis selalu berpusat pada kalangan elite. Ia menyebut, sebelum era 1960-an, pembahasan politik nyaris selalu didominasi oleh tokoh-tokoh besar seperti presiden, menteri, ketua umum partai, hingga kalangan bangsawan politik.

“Sejak dahulu kala hingga sebelum tahun 1960 kalau kita belajar tentang politik pasti yang dibicarakan itu adalah elit-elit,” ujar Adi.

Menurutnya, dominasi wacana elite tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai posisi rakyat biasa yang bukan pejabat publik. Pertanyaan itulah, kata Adi, yang menjadi latar belakang pentingnya kehadiran survei opini publik sebagai instrumen ilmiah.

Adi menjelaskan bahwa secara keilmuan, survei opini publik berfungsi mengangkat suara warga negara biasa yang selama ini kurang diperhitungkan dalam studi ilmu politik konvensional. Survei, menurutnya, merupakan rangkuman atau cuplikan kondisi masyarakat secara menyeluruh, baik dari sisi ekonomi, politik, hukum, sosial, maupun preferensi kepartaian dan elektabilitas tokoh.

“Survei publik itu adalah instrumen bagaimana cara merekam, bagaimana cara mendeteksi suara-suara rakyat yang ada di akar rumput,” katanya.

Ia menambahkan, metode wawancara tatap muka secara langsung dan proporsional dalam survei memberi kesempatan yang setara kepada setiap responden. Hasilnya kemudian dianggap merepresentasikan suara publik secara umum. Adi mengaitkan hal ini dengan teori perilaku pemilih atau voting behavior, di mana survei menjadi sarana bagi rakyat biasa —bukan elite maupun pejabat— untuk didengar suaranya secara signifikan.

Ia mencontohkan, sejak era pemilihan presiden secara langsung dimulai pada 2004, berbagai preferensi publik kerap terekam lewat survei. Misalnya soal kombinasi latar belakang calon presiden dan wakil presiden dari Jawa dan luar Jawa, atau preferensi terhadap latar belakang sipil maupun militer seorang calon.

“Begitu banyak elit-elit politik, partai, tim sukses, dan tim pemenangan itu selalu menjadikan survei sebagai salah satu guidance,” ujar Adi, seraya menyebut survei sebagai potret suasana kebatinan masyarakat di akar rumput.

Poin kedua yang ditekankan Adi adalah sifat survei yang tentatif dan sangat mungkin berubah dari waktu ke waktu. Ia menjelaskan, pertanyaan dalam survei, seperti pilihan presiden atau partai bila pemilu digelar hari ini— sangat terkait dengan situasi terkini responden saat diwawancara.

“Maka hasil survei itu sangat fluktuatif,” kata Adi. Ia mencontohkan, hasil yang positif bagi partai atau tokoh tertentu pada satu waktu bisa berubah signifikan tiga hingga enam bulan kemudian, tergantung perkembangan kondisi ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi.

Adi menyebut fenomena ini sebagai “screenshot”, yakni cuplikan situasi yang terpotret pada momen survei dilakukan, bukan gambaran permanen yang berlaku selamanya.

Pada bagian ketiga, Adi menegaskan bahwa meski survei banyak digunakan partai politik dan tim pemenangan sebagai alat ukur kekuatan politik menjelang Pilpres, Pileg, maupun Pilkada, hasil survei sama sekali tidak dapat disamakan dengan hasil resmi penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Survei politik atau survei opini publik itu bukan hasil resmi dari hitungan KPU,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa penetapan pemenang dalam kontestasi politik —baik di tingkat presiden, legislatif, maupun kepala daerah— sepenuhnya merupakan kewenangan KPU melalui proses penghitungan manual yang legal dan formal.

Meski demikian, Adi mengakui bahwa data hasil hitung cepat (quick count) dari lembaga survei yang kredibel biasanya memiliki selisih yang tidak jauh berbeda dari hasil resmi KPU. Menurutnya, kondisi ini membuktikan bahwa metodologi dan teknik pengambilan sampel yang digunakan lembaga survei tepercaya sudah presisi dan sesuai dengan realitas di lapangan.

Adi menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa terlepas dari pro dan kontra terhadap hasil-hasil survei di masyarakat, secara keilmuan survei opini publik tetap merupakan alat deteksi situasi politik, ekonomi, dan sosial yang berlaku saat ini. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keputusan akhir siapa pemenang dan siapa yang kalah dalam sebuah kontestasi politik tetap berada di tangan KPU.

“Tapi di atas segala-galanya sekalipun hasil surveinya akurat dan presisi, tapi tetaplah yang diakui oleh negara dan bangsa ini yang disebut sebagai pemenang dan siapa yang kalah itu tetaplah hasil resmi yang diputuskan oleh KPU,” pungkas Adi.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Menaker Ida Fauziyah Hadiri Penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Bridgestone Tire Indonesia

    Menaker Ida Fauziyah Hadiri Penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Bridgestone Tire Indonesia

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. beserta jajaran Kementerian Ketenagakerjaan berkesempatan menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Manajemen PT Bridgestone Tire Indonesia dengan Serikat Pekerja dari PUK SPSI KEP 3 Wilayah yaitu Pabrik Bekasi, Pabrik Karawang dan Kantor Pusat. Penandatanganan tersebut berlokasi di kantor pusat PT Bridgestone Tire Indonesia […]

  • HUT ke-33 Tahun FIFGROUP Persembahan 33.000 Kantong Darah

    HUT ke-33 Tahun FIFGROUP Persembahan 33.000 Kantong Darah

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta -Indonesia berangsur mulai memasuki era baru, yaitu endemi sejak awal tahun 2022, setelah sebelumnya lebih dari 2 tahun kita hidup berdampingan dengan Covid-19. Berbagai upaya terus dilakukan oleh setiap insan manusia agar dapat keluar dari masa yang sulit tersebut. Salah satunya adalah dengan saling membantu antar sesama melalui penyediaan kantong darah. Darah dapat […]

  • Alhamdulillah Korem 162/WB Naik Status Menjadi Korem Type “A”

    Alhamdulillah Korem 162/WB Naik Status Menjadi Korem Type “A”

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram – Status Komando Resor Militer (Korem) 162/WB resmi naik status menjadi tipe “A” atas berbagai pertimbangan baik dari segi pengembangan organisasi serta dihadapkan dengan kondisi semakin Kompleksnya tantangan tugas yang dihadapi serta pekembangan wilayah NTB. Sebelumnya, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 […]

  • Tampil Maksimal, MDT Kuasai Debat Calon Wakil Walikota Bitung Tahun 2020

    Tampil Maksimal, MDT Kuasai Debat Calon Wakil Walikota Bitung Tahun 2020

    • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2020
    • account_circle Resa R
    • 0Komentar

      INAnews.co.id Bitung– Mendekati hari pencoblosan, 9 Desember 2020 mendatang, Pilwako Kota Bitung semakin memanas. Yang menarik ketika Debat Publik yang diadakan oleh KPU Kota Bitung secara virtual pada Sabtu 14 November 2020, dan diikuti oleh tiga Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung. Pasangan MJL dan MDT tampil memukau pasalnya MDT dengan secara cepat […]

  • Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya

    Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Ketidaktepatan sasaran subsidi BBM menjadi persoalan lama yang kembali mendesak untuk segera diselesaikan. Abra Talatov, Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, mengungkapkan bahwa 36 persen alokasi subsidi dan kompensasi BBM saat ini masih mengalir ke tiga kelompok masyarakat teratas atau desil 8 hingga 10. “Ini mengiris hati. Kelompok masyarakat super […]

  • Kesiapan Arena PON Sumut Ditinjau Menko PMK

    Kesiapan Arena PON Sumut Ditinjau Menko PMK

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 tinggal menghitung hari. Pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut diketahui akan dilaksanakan pada tanggal 9-20 September 2024. Untuk mengecek progres pembangunan yang sudah dilakukan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan pembangunan arena PON di Provinsi Sumatra Utara, pada Kamis […]

expand_less