400 Lebih Santri Diduga Keracunan usai Santap MBG
- account_circle Robi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 1 September 2026. Total korban yang tercatat sejauh ini mencapai 431 santri.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat pembagian MBG kepada santri sekitar pukul 12.00 WIB, ketika sebanyak 1.010 porsi makanan dari SPPG Kalitengah dikonsumsi oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan MTs Manbaul Hikam. Menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn, dan buah apel.
Beberapa jam setelah makan siang, gejala mulai muncul. Keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah santri usai melaksanakan salat zuhur, kemudian meluas saat memasuki waktu asar, dan kondisi semakin memburuk menjelang magrib sehingga banyak santri harus dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Salah seorang santri bercerita bahwa temannya mulai bolak-balik ke kamar mandi dengan keluhan sakit perut tak lama setelah salat asar. Sementara itu, Ketua Pondok Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, mengonfirmasi bahwa laporan keluhan mulai membanjiri Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing unit sekitar pukul 16.20 WIB.
Gejala yang dialami para santri bervariasi, mulai dari pusing, mual, sakit perut, muntah, hingga lemas dan diare.
Evakuasi dan Penanganan Medis
Menjelang malam, kompleks pesantren dipadati puluhan ambulans yang keluar-masuk mengevakuasi santri. Area pesantren dijaga ketat oleh personel TNI dan Banser yang turut membantu mengatur lalu lintas ambulans, sementara orang tua santri yang berdatangan tidak diizinkan masuk ke dalam kompleks.
Data jumlah korban terus bertambah sepanjang malam kejadian. Pada tahap awal tercatat sedikitnya 120 santri dilarikan ke rumah sakit, dengan rincian 80 santri di RSUD Sidoarjo, 19 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, dan 9 santri di RS Pusura Gelam. Angka ini terus meningkat hingga pukul 22.40 WIB tercatat 293 santri dirawat di delapan rumah sakit, sebelum akhirnya total korban dilaporkan mencapai 431 santri.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Sidoarjo, Subandi, memastikan seluruh santri yang menjadi korban telah ditangani secara medis dengan baik dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia meminta para orang tua santri untuk tidak panik karena seluruh santri sudah didata oleh pihak pondok dan proses penanganan berjalan lancar.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan akan memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang memasok makanan MBG ke pesantren tersebut guna memastikan penyebab pasti insiden keracunan ini. Pihak pengelola yayasan pesantren juga menyebut ada perbedaan mekanisme pembagian makanan pada hari kejadian dibandingkan hari-hari sebelumnya, yang kini turut menjadi sorotan dalam penelusuran penyebab kejadian.
Program MBG sendiri baru berjalan sekitar dua bulan terakhir di Pondok Pesantren Manbaul Hikam sebelum insiden ini terjadi.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti keracunan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang, dan status seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil serta menjalani pemulihan. (dbs)
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar