News Feed
light_mode
Trending Tags

Cara Kerja Survei Opini Publik

  • account_circle Robi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Pengamat politik Adi Prayitno mengulas secara mendalam mengenai posisi dan fungsi survei opini publik dalam dinamika politik Indonesia. Penjelasan tersebut disampaikan Adi lewat kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Ahad (6/9/2026).

Dalam paparannya, Adi mengawali dengan menyoroti bahwa kajian politik secara historis selalu berpusat pada kalangan elite. Ia menyebut, sebelum era 1960-an, pembahasan politik nyaris selalu didominasi oleh tokoh-tokoh besar seperti presiden, menteri, ketua umum partai, hingga kalangan bangsawan politik.

“Sejak dahulu kala hingga sebelum tahun 1960 kalau kita belajar tentang politik pasti yang dibicarakan itu adalah elit-elit,” ujar Adi.

Menurutnya, dominasi wacana elite tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai posisi rakyat biasa yang bukan pejabat publik. Pertanyaan itulah, kata Adi, yang menjadi latar belakang pentingnya kehadiran survei opini publik sebagai instrumen ilmiah.

Adi menjelaskan bahwa secara keilmuan, survei opini publik berfungsi mengangkat suara warga negara biasa yang selama ini kurang diperhitungkan dalam studi ilmu politik konvensional. Survei, menurutnya, merupakan rangkuman atau cuplikan kondisi masyarakat secara menyeluruh, baik dari sisi ekonomi, politik, hukum, sosial, maupun preferensi kepartaian dan elektabilitas tokoh.

“Survei publik itu adalah instrumen bagaimana cara merekam, bagaimana cara mendeteksi suara-suara rakyat yang ada di akar rumput,” katanya.

Ia menambahkan, metode wawancara tatap muka secara langsung dan proporsional dalam survei memberi kesempatan yang setara kepada setiap responden. Hasilnya kemudian dianggap merepresentasikan suara publik secara umum. Adi mengaitkan hal ini dengan teori perilaku pemilih atau voting behavior, di mana survei menjadi sarana bagi rakyat biasa —bukan elite maupun pejabat— untuk didengar suaranya secara signifikan.

Ia mencontohkan, sejak era pemilihan presiden secara langsung dimulai pada 2004, berbagai preferensi publik kerap terekam lewat survei. Misalnya soal kombinasi latar belakang calon presiden dan wakil presiden dari Jawa dan luar Jawa, atau preferensi terhadap latar belakang sipil maupun militer seorang calon.

“Begitu banyak elit-elit politik, partai, tim sukses, dan tim pemenangan itu selalu menjadikan survei sebagai salah satu guidance,” ujar Adi, seraya menyebut survei sebagai potret suasana kebatinan masyarakat di akar rumput.

Poin kedua yang ditekankan Adi adalah sifat survei yang tentatif dan sangat mungkin berubah dari waktu ke waktu. Ia menjelaskan, pertanyaan dalam survei, seperti pilihan presiden atau partai bila pemilu digelar hari ini— sangat terkait dengan situasi terkini responden saat diwawancara.

“Maka hasil survei itu sangat fluktuatif,” kata Adi. Ia mencontohkan, hasil yang positif bagi partai atau tokoh tertentu pada satu waktu bisa berubah signifikan tiga hingga enam bulan kemudian, tergantung perkembangan kondisi ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi.

Adi menyebut fenomena ini sebagai “screenshot”, yakni cuplikan situasi yang terpotret pada momen survei dilakukan, bukan gambaran permanen yang berlaku selamanya.

Pada bagian ketiga, Adi menegaskan bahwa meski survei banyak digunakan partai politik dan tim pemenangan sebagai alat ukur kekuatan politik menjelang Pilpres, Pileg, maupun Pilkada, hasil survei sama sekali tidak dapat disamakan dengan hasil resmi penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Survei politik atau survei opini publik itu bukan hasil resmi dari hitungan KPU,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa penetapan pemenang dalam kontestasi politik —baik di tingkat presiden, legislatif, maupun kepala daerah— sepenuhnya merupakan kewenangan KPU melalui proses penghitungan manual yang legal dan formal.

Meski demikian, Adi mengakui bahwa data hasil hitung cepat (quick count) dari lembaga survei yang kredibel biasanya memiliki selisih yang tidak jauh berbeda dari hasil resmi KPU. Menurutnya, kondisi ini membuktikan bahwa metodologi dan teknik pengambilan sampel yang digunakan lembaga survei tepercaya sudah presisi dan sesuai dengan realitas di lapangan.

Adi menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa terlepas dari pro dan kontra terhadap hasil-hasil survei di masyarakat, secara keilmuan survei opini publik tetap merupakan alat deteksi situasi politik, ekonomi, dan sosial yang berlaku saat ini. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keputusan akhir siapa pemenang dan siapa yang kalah dalam sebuah kontestasi politik tetap berada di tangan KPU.

“Tapi di atas segala-galanya sekalipun hasil surveinya akurat dan presisi, tapi tetaplah yang diakui oleh negara dan bangsa ini yang disebut sebagai pemenang dan siapa yang kalah itu tetaplah hasil resmi yang diputuskan oleh KPU,” pungkas Adi.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Bitcoin

    Surat Perintah Eksekutif Joe Biden Jadi Angin Segar Investor Kripto

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akhirnya mengeluarkan perintah eksekutif tentang aset kripto yang telah lama ditunggu-tunggu.

  • GIIAS 2020 The Series, Akan Tetap Diselenggarakan

    GIIAS 2020 The Series, Akan Tetap Diselenggarakan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) berencana untuk tetap mengupayakan pertumbuhan industri otomotif Indonesia ditengah pandemi global Covid-19 ditanah air. Salah satu upaya yang telah dilakukan secara konsisten dijalankannya GAIKINDO adalah penyelenggaraan rangkaian pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 The Series, yang rencananya tahun ini berlangsung di Surabaya, Jakarta, Makassar, dan […]

  • Unit Litbang Kemenperin Ciptakan Inovasi Pendukung Industri Substitusi Impor

    Unit Litbang Kemenperin Ciptakan Inovasi Pendukung Industri Substitusi Impor

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Bandung-Kementerian Perindustrian siap berperan aktif dalam upaya menumbuhkan sektor industri substitusi impor. Selain gencar menarik investasi, Kemenperin juga mendorong semua unit litbangnya untuk dapat memfokuskan inovasi dalam mendukung sektor industri nasional bisa menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing global. “Semakin banyak inovasi yang dimanfaatkan oleh sektor industri itu artinya akan membuka peluang pada penciptaan […]

  • Investasi Luar Jawa Ungguli Pulau Jawa

    Investasi Luar Jawa Ungguli Pulau Jawa

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta- Persebaran investasi di Indonesia menunjukkan pemerataan dengan wilayah luar Jawa menyumbang 51,3 persen atau Rp991,2 triliun dari total realisasi investasi 2025. Sisanya 48,7 persen atau Rp940 triliun tersebar di Pulau Jawa. Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut lima daerah penerima investasi terbesar adalah Jawa Barat (Rp278,7 triliun), DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan […]

  • Koperasi Syariah Dinilai Baru Mengambil Ceruk Pembiayaan

    Koperasi Syariah Dinilai Baru Mengambil Ceruk Pembiayaan

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah dorongan pemerintah memperkuat industri halal nasional, koperasi syariah dinilai baru berperan di ujung pembiayaan dan belum masuk ke seluruh rantai nilai industri halal, mulai dari pasokan bahan baku, sertifikasi, hingga pemasaran produk anggotanya yang mayoritas bergerak di sektor makanan, minuman, dan fesyen muslim. Guru Besar Universitas Islam Tazkia, Prof. Achmad Firdaus […]

  • Mendikbudristek Dukung Program Sekolah Jurnalisme Indonesia dan Implementasi Praktisi Mengajar di Bidang Jurnalisme

    Mendikbudristek Dukung Program Sekolah Jurnalisme Indonesia dan Implementasi Praktisi Mengajar di Bidang Jurnalisme

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Bandung  – Pada kegiatan pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Angkatan Satu Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Mendikbudristek mengapresiasi komitmen PWI dalam meningkatkan kualitas jurnalisme Indonesia melalui penguatan kompetensi wartawan. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa (6/2) di Aula PWI Jawa Barat, Kota Bandung tersebut diikuti oleh 30 peserta luring dan […]

expand_less